Tuesday, December 31, 2013

ketika potongan-potongan tidak menjadi nyata

This year is full of blessed . .
sempat terpikir oleh naluri manusia biasa saya . .
"MENGAPA TUHAN TIDAK MENGABULKAN DOA SAYA?"


 pertengahan tahun hingga akhir tahun merupakan cobaan terberat hidup saya, kehilangan teman, pacar, gebetan, urusan ini itu gak keruan, 

mungkin hidup saya akhir- akhir ini hanyalah berkeluh dan berkesah, marah kepada keadaan dan memandang semua dengan cara yang picik . 

Dan kembalilah saya kepada Tuhan saya . .

kembalilah saya untuk meminta . .
dan bertanya apa yang salah dengan saya . .
dan merenungi apa dosa saya . .

dan hasilnya nihil . .

Tuhan tidak memberikan apa-apa,
Tuhan juga tidak menjawab apa-apa ,
Tuhan tidak menyelesaikan apa-apa . .

tetapi Tuhan memberikan anugerahnya, Tuhan saat itu memberikan kemampuan terbesar dan kesempurnaan manusia . . Tuhan memberikan saya akal sehat . .


Tuhan memang tidak memberikan apapun saat itu,


Tuhan hanya memberikan saya "clue2",seperti potongan puzzle yang saling menyambung dan membentuk mozaik-mozaik indah berlabelkan RASA PENUH PENGERTIAN 

Pengertian apa ? pengertian bahwa hidup memang tidak mudah, bahwa kita memang ditujukan untuk membuat suatu frame kehidupan dimana apa yang kita kejar dinamakan "happy ending" , tapi apa yang saya lakukan untuk mengejar mimpi 1000000% salah . Kadang saya beranggapan kok hidup saya seperti lagi balap karung ya ? semua ingin saya kejar , semua ingin saya dapatkan . .

dan sumber dari semua rasa sesal dan masalah pada awal hingga akhir adalah . .
 Kurangnya rasa menerima . .

Sebenarnya untuk meraih apa yang dinamakan happy ending itu bukanlah untuk memiliki segalanya, namun keseimbangan dari yang dimilikinya . .

Seimbangkan segalanya dan lihat hasilnya . .


NOW ? my life is sooo much better . .

hubungan dengan teman menjadi sangat sangat membahagiakan (walau harus berhadapan dengan manusia berotak baja berbadan marshmallow), kuliah saya begitu bermakna and so on and so on . .

Tuhan memang tidak langsung menjawab doa kita,

Beliau memberikan kita sedikit potongan, kemudian potongan kembali . 

dan saat kita bisa menyatukan potongan tadi,

jadilah sebuah gambar luar biasa indah bernama . .
KEAJAIBAN

Wednesday, December 18, 2013

Kesedihan milik shaft belakang



Ibu mana yang tak ingin anak perempuannya melepas lajang untuk seorang imam?

Tuan tak bersorban,
 

Tuan mengajarkan kepatuhan 
Patuh pada janji setia dan mimpi-mimpi berdua.
Lalu aku jatuh, tuan imam menarik kencang tali kendali
Sempat sujudku mengemis jawaban, ini patuh atau rapuh? Aku pulang dan tak kembali pada shaft yang tuan pimpin.


Aku makin rapuh; Saat kutinggalkan kubah tempat tuan khusyuk mencinta, memberi ruang untuk menjadi sama-manusia biasa. Kuhindari kaki melangkah ke shaft manapun. begitupun tuan, menutup rapat-rapat pintu kubah bagi siapapun.

Ternyata tuanpun jatuh, tapi tuan tetap imam bagi siapa-siapa yang merapat beberapa jengkal di punggung tuan. Pintu kubah tuan buka; entah, mungkin gerah pada kerasnya hati untuk patuhi janji. Tuan kembali jadi imam.

Aku kenal suara itu,
Lima kali dalam sehari tangisku mengiringi pekik toa masjid dekat rumah. Tapi aku tak ingin tau siapa dara di shaft yang tuan pimpin.


Tuan tak bersorban,
Kalau saja tuan tahu, di balik kemudi motor aku tetap makmum tuan. entah kapan, suatu saat, sebagai kawan kita dipertemukan, kutinggalkan jejak basah di jalanan yang kita lewati.


Tuan tak bersorban,
Jika esok kita masih jumpa dan memang bukan sebagai kekasih, tak akan kubiarkan tuan basah oleh hujan di pelupuk mata.



Kesedihan milik shaft belakang, tuan.

Friday, November 29, 2013

gunung dan laut



entah apa yang memelesatkan untuk menuliskan semua ini, dorongan nya begitu kuat, bahkan nyata....

aku tau kamu bisa melihatnya, jauh disana ada gunung,,,

dan disebrangnya ada laut....

apa yang akan kamu  lakukan bila keduanya begitu dekat?
bahkan nyata?

membiarkan kamu ada diantara keduanya?
ke gunung?
menyelami samudera?
yang pasti kamu  jawabnya,,,
hanya ada satu jawaban yang akan menyelamatkanmu....

tetap jadi apa yang kamu mau...
tak perlu memaksakan ke gunung, mencoba menyelam atau bahkan  mencoba tegar ada ditengahnya

berdirilah ditempat yang kamu mau...dan nikmatilah rasa itu,,,,

Tuesday, November 12, 2013

ternyata benar, selesai sudah...



Ternyata benar, kau tak mengingatku...



Sekilas setelah melihat sebuah foto di sebuah dinding facebook. Pagi ini semacam kejutan kecil dari tuhan bahwasanya memang kau tak mengingatku lagi, bahkan mungkin sudah tak peduli lagi. 


Bahagia melihat fotomu dengan perempuan lain, tapi apakah kamu masih ingat? Kita belum selesai, tak ada penyelesaian saat itu, kamu pergi begitu saja. Biarpun saat ini akhirnya kita sama- sama memiliki kehidupan yang dirasa lebih baik. Tapiiii.....kita tidak selesai saat itu. 


Berkaca- kaca sambil dalam hati mendoakanmu agar selalu bahagia mungkin yang bisa aku sampaikan sampai pagi ini. Sampai benar aku pastikan memang kita sudah selesai. 



Okelah, kejutan pagi ini.... 


Aku turut bahagia melihatmu dengan wanitamu

Wednesday, November 6, 2013

kemarin, hari ini dan esok

Hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin
Dan hari ini cerah sekali,
Hingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin
Maka hari ini aku tidak akan mencemaskan esok
Lagi pula, mungkin tidak akan ada esok
Maka hari ini aku akan hidup seolah esok tak ada
Dan aku akan melupakan hari kemarin


Hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin
Dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak
berjalan seperti yang kukira kemarin
Maka hari ini aku akan melupakan esok dan aku akan
merencanakan hari ini
Tetapi tidak terlalu habis-habisan
Hari ini aku akan berhenti untuk memetik sekuntum mawar
Aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai
betapa aku mencintainya
Aku akan berhenti merencanakan esok dan berencana
untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku

Hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin
Dan hari ini ternyata tidak ada yang harus ditakutkan
Maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal
yang tak kuketahui
Aku akan merangkul yang tidak kuketahui itu sebagai
pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan seru
Hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan esok


Hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin
Dan sebagian mimpi yang kuimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini
Maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
Dan mungkin lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan
Hari ini akan jadi kenyataan esok

Hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin
Dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini
Maka hari ini aku akan menerapkan tujuan yang
sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok
Dan jika esok ternyata seperti hari ini
Aku pasti akan mencapai semua tujuanku suatu saat nanti!



-tulisan ditengah malam KKN, Sindhuharjo, 5 November 22: 45-

kutukan kata ketiga

Angin segar dipenghujung malam


Malam ini aku putuskan untuk mengiyakan mengangkat teleponmu. Entah kenapa dan alasan apa yang membuatku malas sekali menolak untuk mengangkatnya, ingin dengar cerita panjangmu dan cerita serumu dari field work eh field trip lebih tepatnya.

Mengingat memory terakhir kita bertemu dan sempat melihatmu dalam balutan jaket tebal dan serius membaca itu memang sangat menyegarkan. Sabtu pagi saat itu memang sangat bersahabat. Tapi memang benar adanya obrolan kita saat itu sangat berjarak.
Tidak seperti yang kita lakukan di warung kopi tempo hari.

Bagaimana mungkin, aku melakukan dan membicarakan obrolan yang sama ketika di warung kopi sama dengan yang dikampus. Ahhhhh terlalu fokus pada tempat.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti smsmu pagi ini”.
Benar adanya aku memang sedang menstabilkan diri dari goncangan yang baru saja terjadi bulan lalu. Tapi kamu ini luar biasa, sangat adiktif, membuat aku merasa semua baik- baik saja, dengan santun dan sebaiknya aku menjaga agar kanan dan kiri seimbang. Yang lebih menyenangkan malam ini obrolan kita sedikit berbeda.


Bagimana tidak?


Selama ini, obrolan kita memang sangat positif, selalu berkutat pada teori, bangku- bangku perkuliahan dan masalah field work dan sebagainya. Aku memang terlihat selalu lebih sering mendominasi di obrolan kita, tapi malam ini memang aku ingin kita bicara pada porsinya.

Akhir- akhir ini aku memang sangat bisa menerima kode- kode yang kamu berikan mengenai apa yang kamu rasa, terima kasih sudah melakukannya, hanya itu yang bisa aku sampaikan.


Tapi besar penasaranku dan memutuskan bertanya padamu  mengapa orangnya aku???


dilain arah kamu mencoba menjawab bahkan, Berulang kali kamu menjawab dan berulang kali kamu berhenti di kata ketiga, dan menyerah pada kata kamu mau jawabannya malam ini, tidak mau lain waktu yang lebih pas?

Sejak itu aku mulai sadar bagaimana aku ternyata terlalu menuntutmu untuk menjelaskan yang sepantasnya dirasakan bukan dinyatakan.

Hanya bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu 
Menunggu kisah selanjutnya itu lebih membuat bersemangat....



kutukan kata ketiga tahun lalu,tulisan untuk sekedar mengingatmu,

untukmu

selamat atas pernikahanmu dalam waktu dekat, berbahagialah.... 


Sunday, November 3, 2013

sinyal itu semakin jelas...

Aku mengerti, akumulasi waktu yang kamu habiskan, lalui, dan hayati dengan orang-orang yang kamu cintai—keluarga, teman-teman kuliah, sejawat, dan perempuan lain yang pernah datang dan singgah dihatimu—tidak bisa dibandingkan dengan perjumpaan singkat yang membentuk relasiku denganmu (surat pertama kala itu) 


aku yakin kamu masih mengingatnya,
bagaimana jari- jariku akhirnya menunjukan beberapa paragraf untuk beberapa penjelasan saat itu, tulisan pertama untukmu,
tentu saja bukan tanpa alasan akan apa yang kita lewati, lalui dan jalin sejauh ini pastilah membahagiakan, 

kamu dan aku tentu saja tidak akan pernah percaya bahwa aku pernah mendapat sinyal yang sama dalam sebuah surat, sinyal- sinyal yang sering kita diskusikan sembari minum kopi sore juga pasti beralasan, sampai akhirnya kita harus percaya bahwa sinyal- sinyal itu semakin jelas. 

sinyal tentang aku

sinyal tentang kamu 

sinyal tentang kita 

sinyal tentang masa depan

sinyal tentang kebersamaan 

dan sinyal- sinyal itu membahagiakan... 

Sunday, October 27, 2013

sebanyak kau buat jantungku berdetak

Seperti hujan yang jatuh tanpa henti

Kau jatuh ke dalam hatiku

Seperti butir pasir yang tak terhitung jumlahnya

Kau mengisi hatiku

Di kesepian hari, kembali air mata menetes

Aku akan menempatkan mereka dalam kenangan

Dan mengirim mereka dengan senyum

Kau cintaku, yang membuatku menangis bahkan ketika aku tersenyum

Meskipun waktu berhenti, meskipun hatiku berhenti

Kau akan tetap ada di dalam hatiku

Aku mencintaimu sebanyak kau buat jantungku berdetak

Tersenyumlah, beri aku air matamu

Karena itulah kebahagiaanku

Tidak akan ada satu lagi, bahkan jika aku mati

Bahkan jika aku muntahkan hatiku

Seseorang untuk mengambil tempatmu

Aku mencintaimu sebanyak kau buat jantungku berdetak
 
 
 
 
- untukmu disudut warung kopi, kala itu, 3 tahun yang lalu-

Saturday, October 26, 2013

ujung akhir

'Jika kesabaran ada batasnya, aku tahu kapan dan di mana harus berhenti.
Jika kesetiaan ada ujungnya, aku tahu mengapa dan bagaimana harus tetap berangkat.
Jika perjalanan ada akhirnya, aku tahu apa itu pengalaman dan dengan siapa harus kualami (candra malik)


Sunday, October 13, 2013

sesak

Di ponsel saya, baru saja, masuk pesan Watsap
“dita apa kabar”

Seandainya saya bisa menanyakan hal yang sama, Januari tahun lalu. Seandainya saja, ada kalimat penyejuk hati di kala saya menanti esok hari di depan khalayak.
Saya tak kuasa. Munafik kalau saya bilang saya bukan penyimpan dendam. Bukan saya benci, saya tak bisa. Saya berusaha. Sungguh. Tapi tak dapat lepas.


2010.
3 tahun yang lalu.
Saya di hadapkan pada situasi yang sungguh aneh. Masih ingat, kamu? Telunjukmu masih mengarah ke mukaku.
Maaf, tapi saya tak pernah bisa melupakan saat orang yang saya anggap baik dan dekat, justru menyalahkan saya di depan umum dan mempermalukan saya. Beritahu saya apa yang salah, akan saya perbaiki. That is a friendship should be.
Hati saya tak pernah lega. Memori itu selalu ada.
Dan, saat saya tak ada di sana, untuk mengucapkan selamat atas kebahagianmu, tentu ada alasan kenapa saya akan bertanya, “kenapa kamu tak ada di sana saat saya berada di tempatmu saat ini?”


Maaf, saya tak lega.
Saya sesak.

Thursday, October 3, 2013

nikmatnya bisa memilih

malam ini ditengah kesibukan saya menulis laporan- laporan ini, saya snegaja membuat tulisan ini. kalo ditanya karena bosan, memang iya, kalo ditanya karena jenuh jawabnya iya. ya pastilah tahu kalo dalam beberapa minggu terakhir hal yang sama saja yang kamu kerjakan,  tentu saja bukan mustahil rasa bosan hinggap dengan nyaman dipikiran.

tapi bahagia kok, sambil menulis, 2 menit sekali mengecek timeline, dan membuka kotak chat dengan teman lama, melihat foto-foto makanan temanmu, melihat foto mereka yang betoga,tentu saja membahagiakan...

nikmatnya disudut meja sambil minum teh, mendengarkan lagu favorite, ditemani tumpukan bukumu, sambil tertawa kecil karena perbincangan oleh teman lama, percayalah ini tak akan kamu temui ketika sudah bersuami,,,

buka karena bersuami itu tidak bahagia, tapi pasti kamu uda ribet sama urusan cuci baju sembari nyiapin makan. jadi inget, tempo hari jalan kesebuah mal di kota lain dengan seorang teman dekat. sambil makan saya menanyakan " kalo uda nikah punya anak, masih bisa gak ya lama- lama disini"

" puas-puasin dulu deh" ...... 
bukan tidak mungkin kamu bisa berlama- lama, tapi pastilah ketika kamu berlama- lama pikiranmu akan kemana- mana (dalam hati siapa yang angkat baju yang dijemur nanti, siapa yang masak buat makanan suami) ah.,, betapa sulitnya..

hahaha...

bukan pernikahan itu tidak membahagiakan ya, tapi itu semua pilihan pilihan ketika kamu merelakan "sebagian waktu mu" untuk hal yang memang "belum" waktunya, penyesalanlah yang ada... 

kata seorang teman di timeline beberapa hari lalu sepertinya cocok "Tidak ngoyo, tidak kemrungsung, tidak ngotot "

nikmatnya menikmati pilihan itu beribu kali lipat dari yang kamu dapat  dari kemrungsung dan sebagainya, selesaikan satu- satu, pilih mana prioritasnya, dan nikamti...

layaknya kamu membuat kopi, antara gula, kopi dan air pasti kamu tau mana yang harus didahulukan, selamat menikmati....


Saturday, September 28, 2013

dan tibalah waktunya

dan tibalah waktunya semua ini harus diakumulasikan,,,,

semuanya memang indah pada waktunya, hingga pada akhirnya memang harus betekuk lutut dengan takdir yang terjadi, takdir yang membahagiakan ataupun tak melegakan..
dan semua datang pada waktunya...

kejutan apa lagi yang aku dapat kali ini, jelasnya itu sangat membahagiakan, kamu yang dinanti akhirnya datang juga. yang mengisi dengan cara sederhana dan cara baru. seperti yang dikatakan teman diseberang telepon waktu itu, kalau kamu mau, tinggal saja sebut waktunya berdoa dan usaha tetap penting, tapi semua indah pada waktunya...

dan luar biasa.. sekarang semuanya terwujud...

satu tangga demi tangga yang lain, memang tidak mudah, buruh perjuangan kesana, tapi bukan mustahil kita bisa melakukannya "bersama"....

bersama akan menuju satu titik yang bernama tujuan,,,entah cepat atau lambat kita akan sampai disana..dan jelasnya "bersama dan pada waktunya"...terima kasih untukmu yang masih sampai detik ini menyebut ini "perjalan kita"....

Saturday, September 14, 2013

bahagia itu sederhana

ketika rambut yang dulu kau cukur habis kini mulai tumbuh, lalu memanjang melebihi tulang bahumu. Geraknya mengikutimu saat kau berjalan, berlari kecil, atau mengibas kegerahan. Menggelitik tetapi kau menyukainya. Hingga suatu saat, ada yang membelainya menjelang kau tidur. Kaupun menyukainya.
~
saat kau melewati sebuah toko tas ternama. Mahal, penuh prestise, lalu kau memutuskan untuk masuk. Berlagak ingin membeli. Memegang, mengerutkan dahi layaknya sedang memikirkan kualitas bahannya, mencobanya, bertanya pada pramuniaga apakah ada warna selain yang kau pegang karena kau tak suka. Lalu pramuniaga dengan senyum lebar – senyum yang kau yakin tak akan  begitu jika dia tahu berapa lembar ribuan rupiah sisa di dompetmu, dan tak ada kartu kredit bank manapun- dengan keramahan menjelaskan apa yang kau ingin tahu. Tapi kau tetap tidak suka. Lalu kau pergi. “Aku baru saja memegang dan mencoba tas mahal!” pekikmu dalam hati, sedang si pramuniaga hanya mengurut dada.
~
“Bapak apa kabar?? Sehat?? Ibuk sehat??”
“Alhamdulillah semua sehat. Mba gimana?? sehat kan?? Semua lancar??”
“Iya, alhamdulillah.”
“Adekmu naik 5 kilo lho.”
….Hingga kau menutup telpon dengan senyum sekaligus rindu yang ranum.
~
kue mangkuk dan sebatang eskrim rasa kejutan.
~
matahari yang baik. Matahari yang tahu bahwa cucianmu banyak dan harus kering secepatnya, sedang di hari itu kau tak punya rencana keluar rumah. Jemuranmu berjemur, di dalam rumah kau tenang tidur.
~
janji menikah pada seseorang yang sudah lama kau inginkan untuk hidup bersama. Cerita-cerita mereka – yang menikah terlebih dahulu – menguatkan tekadmu. Hilanglah kekhawatiran sewa gedung yang semakin mahal, kredit rumah yang memberatkan, serta biaya anak-anakmu sekolah nantinya.
~
janji dinikahi oleh seseorang yang sudah lama kau idamkan. Jauh di dalam dadamu, kau merasa terpuji luar biasa.
~
pernah di suatu pagi rasa malas yang terhimpit keharusan membuatmu hanya terdiam lama di dalam kamar mandi. Tak ada suara di dalam otakmu kecuali gemericik air keran hingga kemudian kau bertanya-tanya bagaimana jika air tak pernah ada?? Rasa malasmu akan jadi apa?? Lalu kau cepat-cepat mandi.
Saat waktu berbuka, pertanyaan yang sama kembali mengusikmu. Bagaimana jika air tak pernah ada?? Teh dan kopi hanya akan berupa serbuk-serbuk yang hanya akan menyumbat tenggorokan. Lalu kau cepat-cepat meneguk segelas air di hadapanmu.
Lega.
~
bangun di bawah hamparan sinar pagi. Tetes embun di ujung rambutmu memantulkannya seperti permata. Kau tetap bersemangat meski pada akhirnya orang-orang di hari ini – sama seperti hari sebelumnya – akan menginjakmu tanpa kasihan. Katamu “Di dunia ini aku rumput. Diinjak orang, lalu tumbuh lagi, lalu diinjak lagi, atau jadi pakan sapi. Tapi  sepatu yang menginjakku tak bertanah lagi, sapi yang makan aku jadi sapi yang gemuk.”
~
Yang barusan itu tidak ada sepersekian dari keseluruhan.

 

Wednesday, September 4, 2013

keajaiban

dalam hal beriman, percaya tuhan itu ada saja tidak cukup. 
kamu harus percaya tuhan itu ajaib 
              (teman kecil, disudut telepon pagi)

benar adanya kata seorang teman kecil pagi ini, setelah kami lama tidak berkomunikasi karena kesibukan masing- masing, saya mencoba menghubunginya. selain karena dia baru saja menikah, dari beberapa tahun terakhir, lebaran kemarinlah kami tidak saling bertemu, selain teman kecil saya sudah bersuami (ikut mudik suami) sayapun tak kalah padat, karena harus mengunjungi beberapa keluarga yang lain. 

tidak ada yang spesial dalam obrolan kita di telepon, kita hanya saling bertukar cerita seperti biasa, kemudian saya menceritakan beberapa rencana dekat yang membahagiakan di hidup saya, disisi lain saya juga menceritakan kegundahan saya mengenai beberapa detail yang harus diperhatikan. dengan asas percaya karena teman kecil saya sudah memulai semuanya lebih awal, sayapun mengiyakan apa yang dikatakannya. 

teman saya mengatakan "kamu memang beriman, saya tahu kamu, tapi dalam hal beriman, percaya tuhan itu ada saja tidak cukup. kamu harus percaya tuhan itu ajaib

sambil memutar cerita perjalanan hidup yang saya alami, teman kecil saya meyakinkan saya bahwa semuanya akan baik- baik saja, 

ya, saya ini memang lahir di kota ini, besar dan kemudian harus berpindah kota karena orang tua saya memutuskan untuk berpisah. tidak lama dari kejadian tersebut saya ikut dengan budhe di kota lain, melanjutkan ke jenjang selanjutnya. tidak berhenti disitu, ketika harus melanjutkan ke perguruan tinggi juga tidak semulus yang dibayangkan,  tidak selancar yang diinginkan, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti 1 tahun dulu untuk tidak mengenyam bangku pendidikan, tapi semua hal itu memang benar adanya ini keajaiban Tuhan, semua datang diwaktu yang tepat dan dalam keadaan yang sebenarnya.... 

setelah satu tahun tanpa status yang jelas, akhirnya tercapailah apa yang saya inginkan, perjalanannya memang tak semulus saya inginkan, tapi saya percaya tidak ada yang mustahil bagi yang mengupayakan, dan lihat apa yang terjadi pada saya saat ini, kejutan dari Tuhan, 

jika harus menuliskan syukur dalam 140 huruf di twitter tak cukup, beratus huruf , berlembar bukupun saya rasa tak cukup mencakup semua rasa syukurnya, yang jelas semua ini keajaiban Tuhan, bahkan untuk urusan rejeki, jodoh dan selain pekerjaan,, saya ga tau lagi musti syukur model apa... 

teman saya diujung telepon, lagi- lagi mengingatkan "bener kan tuhan itu ajaib, tau mana yang pas buat kamu"

ya kali ini saya memang harus sepakat untuk yang disampaikan teman saya, teman yang menemani perjalanan saya selama 10 tahun terakhir, teman yang tahu betul siapa saya, terima kasih untuk telepon yang menyejukkan, terima kasih wejangannya, semoga bahtera keluargamu senantiasa dipenuhi cahaya kebahagiaan... 

pelajarannya percayalah bahwa ada keajaiban Tuhan dalam hidup kita, hanya kesadaran kita yang membedakan, dimensi waktu antara cepat atau lambat kita menyadarinya, antara kita mau menyadari atau tidak, semuanya tergantung kita, 

terima kasih  teman kecil yang bersedia saling bercerita biarpun diujung telepon....
 

Friday, August 23, 2013

Summer Fieldschool

Summer Fieldschool tandem research with Heidelberg University, July- August 2013.....

 Kecamatan Meliau, 7 Juli 2013

 


Jalan Menuju Suak Pram, kalo hujan licin luar biasa, karena takut jatuh mending milih jalan kaki. tervatat 4 kali tanjakkan, jarak tempuh 10 km...  


 Bersama Kai Ludolf, Sungai Durian 6 Juli 2013


Bersama Isabel Kaufman, Sungai Durian 6 Juli 2013


 Sungai Durian.....


 Sore di Kapuas


 Pagi di Tayan, 7 Juli 2013


 Rumah Pak Mujiwan, bapak angkat saya di Kalimantan, sudah 2 tahun beliau selalu menerima kedatangan saya dengan hangat, terima kasih pak mujiwan dan keluarga



 Jalan dikampung, jembatan ini dibuat tahun 2010, menghubungkan antar RT di Kayu Ara, Meliau, Kalimantan Barat



 Hutannya habis, potong terus...


 Dirumah Datuk (kakek) ayah pak Mujiwan, anak- anak suka benget gak pake baju :)


Dan dalam perjalanan pulang menemukan pagi secantik ini, Kapuas 31 Juli 2013, selepas subuh....

Saturday, August 17, 2013

restu itu penting...

agustus mungkin akan terlewat begitu saja,
perayaan lebaran yang sudah lewat, 
perjalanan yang terlewatkan 
sampai kamu (berita dari kawan) yang memang kulewatkan... 

selamat datang bulan yang penuh hal membahagiakan, ini pertama kalinya saya  mengalami hal seluar biasa ini. bertemu kawan lama... 

singkat cerita saya mengenalnya di bangku kelas 6 SD, karena saat itu saya pindah dari kota gudeg ini dan melanjutkan sekolah di Boyolali. sampai akhirnya saya berteman dengan teman saya tersebut. sebut saja si Jali, si jali ini waktu saya masih SD wah gak kalah modis dengan anak sd lainnya, yang membedakan si Jali selalu mengancingkan kancing paling atas di seragamnya, selalu bawa sapu tangan untuk "ngelap" ingus dan hal hal kecil yang lucu kalo dibahas sekarang. 

waktu itu saya sempat gak ketemu lagi, karena kami ternyata diterima di smp yang berbeda, dan saya bersekolah dikota solo. sampai akhirnya kami bisa satu kelas lagi ketika kelas 1 SMA, awalnya kami saling malu sapa karena setelah sekian lama gak ketemu, tapi lambat laun kami bisa berteman baik. tapi cerita pertemanan tidak selesai disini, saya dan Jali sempat tidak berkomunikasi sejak bangku kelas 2SMA  sampai akhirnya ketemu di Boyolali, dan luarrrrr biasa berita yang dibawa. di sudah lulus dari bangku vokasi yang ternyata satu almamater dengan saya, hahahaha

tapi yang kasihan, si Jali ternyata sudah punya anak, dan orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan ibu dari anaknya. yang ada hanya hancurlah hidupnya, sulit menemui darah dagingnya, hubungan dengan keluarga yang tidak harmonis dan teman- teman yang mulai menjauh menjadi cerita si Jali saat ketemu saya beberapa tempo hari. sempat si jali berbisik kepada saya " makanya kalo punya laki yang bener ya, jangan kayak aku, restu mamamu itu penting dari segalanya, liat hidupku sekarang,blangsat, dan cuma kamu aja yang masih bisa nerima aku jadi temenmu" *ucap si jali sambil menunjukkan foto anaknya. anak perempuan,cantik dan tidak berdosa ini saat ini entah dimana, si Jali pun hilang kontak sejak keluarganya melarangnya untuk menghubungi ibu dari anaknya. 

si Jali juga sempat menanyakan mengenai pasangan saya, dan selalu mengulang pertanyaan " tapi mamamu ngasih restu kan" bahkan sampai tiga kali si jali mengulangnya. entah apa yang menjadi alasan si jali bertanya berulang kali kepada saya, yang saya pahami si Jali memastikan kejadian dihidupnya tidak berulang kepada saya, terima kasih Jali...

sepanjang jalan pulang setelah bertemu si Jali, perasaan saya campur aduk, anatara takut, bahagia, sedih, kasiha, tapi tetep syukur... 


pelajarannya, hal sekecil apapun, sepatutnya di restui sama orang tua,,,



- tulisan ini saya dedikasikan untuk si Jali yang membawa banyak pelajaran untuk saya-