Wednesday, June 19, 2013

sayangnya kami tidak serapuh itu....

silahkan lakukan banyak hal dengan banyak caramu, tapi jangan menyakiti siapapun, takut karma (mama)

kalaupun kamu berfikir kami rapuh, sepertinya kamu harus menarik banyak pendapat dari mulutmu. maaf kami tidak serapuh yang kamu sangakakan. bagi kami semua pembenaran itu tak ada gunanya, toh kami saling sadar kami bukan malaikat tanpa dosa yang datang dari surga... 
kami saling sadar siapa imam, siapa makmum, kami saling sadar siapa pembuat keputusan siapa pelaksana, dan kami saling sadar akan peran kami.

sama halnya hujan di bulan juni, yang selalu disebut lebih tabah 
sama halnya hujan di bulan juni, yang selalu disebut lebih bijak

tak ubahnya kata- kata manis yang ditulis Sapardi, semua hal yang terjadi kali ini tidak menjadikan kita serapuh yang kamu bayangkan. justru berbalik arah... kami lebih kuat dan lebih tabah.

tak perlu kami meributkan banyak hal, tak perlu kami memastikan mana hitam dan mana putih, karena kami punya pondasi yang lebih kuat dari besi paling mahal di dunia ini, kami punya ikatan seerat jejari kami saling memegang, kami punya relasi sehangat pelukan matahri dipagi... 

sayangnya kami tidak serapuh yang kamu sangkakan.... 

semoga rencana kami juga rencana Tuhan

pagi ini bak badai bagi saya ketika mendapati sebuah undangan pernikahan istri sepupu saya, sepupu yang sangat dekat, kami tumbuh besar bersama, kami satu nenek. Ingat betul setiap malam menjelang hari raya kami selalu main kembang api hingga larut, dilanjut main kartu remi sampai menjelang pagi, dan semua cerita tersebut menjadi kenangan manis bagi kami semua yang mulai beranjak dewasa. mulai saling sibuk dengan urusan perkuliahan, pekerjaan, hingga urusan rumah tangga. 

ya sepupu saya memang beberapa sudah berkeluarga, saya sangat bahagia. karena punya banyak saudara baru, tapi alangkah kagetnya saya ketika memang takdir berkata lain, takdir bicara lain, dan akhirnya terpisah. 

seringkali kita dibenturkan kepada hal- hal yang memang tak terhindarkan, tak bisa di kelak lagi, memang itu jalan Tuhan, sebaik apapun kita berencana dan membuat sampai detail dan benar- benar dirasa baik, belum tentu Tuhan meloloskan kita dalam meminta. Tak ubah rencana kita mengenai masa depan, siapa sangka di umur sekian ada yang menjadi janda, diumur sekian ada yang jadi duda, diumur sekian ada yang menganggur dirumah sja, diumur sekian ada yang putus sekolah. jawabnya tidak ada yang tau semua itu kejutan Tuhan, 

sama dengan yang terjadi pagi ini, kejutan Tuhan untuk saya.

singkat cerita ternyata saya tidak mengetahui perpisahan sepupu saya dengan pasangannya, hanya mendengar bahwa itu keputusna terbaik dari Tuhan, walaupun saya yakin betul perpisahan tidak pernah ada didalam rencana setiap orang yang ingin hidup bersama. lagi-lagi kita mengingat rencana Tuhan siapa bisa kelak? 

banyak doa setelah mendengar sepenggal cerita sang sudara, mengambil cerita baik dan doa terbesar saya kali ini semoga rencana saya juga rencana Tuhan, kami tidak pernah dan tidak akan pernah punya rencana berpisah, semoga Tuhan sepakat dengan saya,  semoga Tuhan masih menyayangi saya dalam urusan rencana hidup, dan masih mengiyakan doa- doa manis baik di siang ataupun malam. 

peluk hangat untuk sepupu terkasih

-setelah mendapati undangan pernikahan di pagi buta-

Wednesday, June 5, 2013

semuanya itu sepaket

mungkin tulisan ini sebagai bentuk akumulasi dari semua yang terrjadi akhir- akhir ini. baik yang membahagiakan maupun menyedihkan. 

sebenarnya ini juga bukan terkait dengan hal yang berbau pribadi saja, terkait pekerjaan dan beberapa resiko dari keputusan yang saya ambil. ingat betul waktu teman saya mengingatkan "semua pilihan yang kamu ambil harus sepaket, sepaket dengan konsekuensinya"

ya kali ini terjadi di cerita ketika saya memilih berjalan beriringan dengan seorang pria yang memang punya banyak cerita masalalu, mau gak mau ambil sepaket dengan masalalunya. bukan berarti saya tidak bahagia kemudian saya menulis tulisan ini,, luar biasa, bahkan jika saya harus menceritakan kebahagiaan saya tidak cukup dalam waktu sejam atau dua jam. saya sangat bahagia, mungkin saya bisa dibilang beruntung malahan...
dengan semua "masalalu yang saya punya" pria saya tidak pernah protes sama sekali, kalo orang jawa bilang itu "nrimo"

tapi siapa sangka siapa duga, cerita masalalunya tidak berhenti begitu saja, atau karena teman- teman lamanya ada disektiarnya dan menjadi teman hidup sampai tua, saya gak tau juga. cerita bermula dari orang masalalunya yang aneh memprotes pria saya sampai beberapa temannya mengajak bicara biarpun melalui jejaring sosial. bagi saya awalnya itu saya anggap silaturahmi yang saya pikir suatu saat saya bisa jadi saudara bagi mereka semua. tapi  ternyata semua obrolan mengarah ke masalalu, yak masalalu yang sudah- sudah, yang buat saya gak ada kepentingannya sama sekali. bahkan saya tidak pernah membahasnya. baik dengan pihak ketiga maupun dengan pria disebelah saya secara langsung.... 

ya, saya memang harus mengambil sepaket konsekuensi bersama dengan pria saya, tapi sampai kapan? semua cerita itu selalu diputar ulang? diputar sekali bolehlah ya, tidak untuk kedua atau ketiga kalinya. buat saya itu lebih dari cukup. saya bisa menerima sepaket dengan cerita masalalu saja bagi saya itu sudah lebih dari cukup. 


-bentuk protes kecil untuk kamu-

Monday, June 3, 2013

maka nikmat Tuhan apalagi yang akan kau dustakan?

tentu saja tulisan ini bukan sekedar tulisan untuk mengingat yang Tuhan beri untuk saya, jelas saya tidak bisa membalas dengan seimbang. akhir- akhir ini saya merasa semuanya tepat pada waktunya, semuanya membahagiakan, biarpun di sisi lain ada sedikit yang terlupakan.  

kuliah yang hampir selesai, semua pekerjaan selesai satu demi satu, segera datangnya bulan Juli, dan kembalinya beberapa akhir pekan yang membahagiakan bagi saya itu sudah lebih dari cukup. buka Balzer Zara, atau tas Calvin and Keith yang mahal itu yang membahagiakan buat saya. duduk sambil minum kopi pagi dengan mama bagi saya itu sudah lebih dari cukup. 

Juni, 30 hari menjelang Juli,
Juli, bulan yang selalu terlewatkan dengan pergi kekota lain, terlewatkan dengan merayakan perayaan kecil di tempat lain, dan kali ini mengulangnya....

semua hal membahagiakan itu datang secara perlahan, seperti yang saya tulis dalam status facebook beberapa hari lalu "saya bahagia karena jalan saya, tentu saja Tuhan selalu memberi jalan bagi yang mengupayakan, bukan berarti cukup dengan berupaya, tentulah berdoa. percayalah kalo sudah berupaya dan berdoa, sedetikpun Tuhan tidak tidur dan akan membalas semua mimpimu, biarpun perlahan....."

Biar perlahan semua hal itu membahagiakan, datang tepat pada waktunya dan berakhirlah dengan yang membanggakan. saya memang sedang berupaya, dalam sungguh- sungguhpun saya terus mengucap doa pada Maha pemberi saya kesehatan, akal sehat dan Maha pemberi Kebahagiaan....

- dalam Juni ketika hujan di pagi-