Saturday, April 27, 2013

sama pentingnya dalam hidup ini

banyak kenangan yang hampir saja tersisip dan terlupakan,semoga anak cucu kita kelak membacanya.....




foto ini diambil waktu di Kalimantan Barat, pertama kalinya menginjak tanah Borneo, foto dengan bapak Mujiwan, Mbah Sarijo, Pak RT, dua partner stress dan fauzi.... semoga saya bisa datang lagi....

my beloved syariah girl, sampe tua akan bersama (dari kiri ke kanan : anis, me, riska, tata)


foto di Parangtriris, pertama kalinya pergi kesana setelah kuliah, dulunya selalu pergi sama keluarga dan terbanglah kita....

after  farewell party with canadian

sunset at Kuta Depansar , Family Trip with seto dan mbak alin (Bali- Lombok, Desember 2011)

 ceritanya sedang berkunjung ke salah satu SMA di Bantul untuk memperkenalkan Jurusan Antropologi 

 One Of Beloved Syariah Girls, syelaluuu berantem sama anis, tapi fot dan camera selalu memesrakan kita


freetime at campus,,, senja kala itu...


bersama mahasiswa Thamassat University, belajar bahasa Indonesia Level 2... 


ketika 2 bulan dilapangan untuk riset dan menemukan pintu ini 

Wednesday, April 24, 2013

dan tidak seimbang

bukan saya tidak konsisten terhadap pilihan sayam hanya urusan sekitar yang mengharuskan saya menunda untuk satu hal ini....

begitu pembelaan saya ketika seorang guru menegur karena saya sudah lama tidak berguru kepadanya, lagi- lagi masalah kealpaan saya untuk tidak datang dan belajar bersama, mungkin beliau cukup kesal dengan pilihan saya yang menjanjikan setiap minggunya harus datang, menulis, dan belajar, tapi ternyata semua diluar dugaan, saya kelewat kontrol, jelas semua kesalahan saya untuk tidak bisa memanajemen waktu dengan baik. 

tapi bukan tanpa alasan saya menunda "sedikit" pr yang memang harus dikerjakan, bagaimana mungkin saya menyelesaikan semuanya dalam sekejap mata? tentu sajalah saya harus bekerja keras untuk itu, tapi tolong beri saya waktu untuk memang menyelesaikan yang paling harus disegerakan, bukan hal ini menjadi tidak segera, tapi beri saya kesempatan menyelesaikan semuanya satu persatu. 

semoga saja, saya bisa menyeimbangkan diri...

Tuesday, April 16, 2013

beri penjelasan

beri penjelasan kepadaku dibagian mana aku tak bertanggung jawab? ditengah kesibukanku menulis, kuliah dengan 8 kelas, les di sore, mengerjakan sisa data riset tahun lalu, merencanakan riset baru, kuliah magang, belajar bersama anak Thai, sedikit waktu di sela- sela untuk untuk teman, sahabat, keluarga, dan terakhir untuk lelakiku, tolong jelaskan dibagian mana aku tak bertanggung jawab????

sedikit kata yang saya sampaikan ke teman sebelah saya ketika dia memprotes saya akan ketidak bertanggung jawaban saya akan sebuah hal, saya pikir hal tersebut sudah saya limpahkan ke teman saya tersebut, sembari memberi kepercayaan penuh bahwa si teman mampu mengemban amanah yang saya berikan, tapi okelah harusnya saya tahu betul resiko akan keputusan yang saya ambil, menyisakan sedikit pekerjaan untuk orang lain memang tidak mudah, apalagi ini terkait hal besar.

tapi bukankah lebih baik kita duduk bersama sambil mencari solusi bersama?

ya, mungkin saya memang tak punya cukup banyak waktu dan tenaga untuk mengerjakan ini semua sendirian, tapi ayolah kita bisa kok sama- sama mengerjakan ini semua tanpa harus menghindari hal sekecil apapun. jika memang ada bagian dimana saya kurang bertanggung jawab ya terima kasih atas masukan kecilnya yang saya rasa kurang cukup "fear" ini,tapi so far... terima kasih untuk semua hal yang telah disampaikan. saya menghormati dengan sangat pendapat anda.


terima kasih untuk sedikit tamparan kecil di tengah kesibukan....

Sunday, April 7, 2013

dan saya terus mengingatnya

yak, kenapa juga selalu mengingat kejadian yang sudah hampir sebulan lalu berlalu. kejadian dimana saya menemukan sebuah tulisan jastifikasi mengenai saya. tulisan tersebut dibuat atas dasar apa saya juga kurang paham. tetapi tiap kali saya membacanya yang dipikiran saya hanya berfikir, bagaimana ya perasaan ibu saya jika membaca tulisan tersebut. tulisan mengenai saya, yang sama sekali tidak mengenalnya. 

untuk anda yang menulis tentang saya, dengan semua penjelasan saya melalui komentar di laman anda, kirim message di jejaring sosial, yang saya mau hanya apa? berhati- hatilah kamu, saya punya keluarga yang senantiasa membesarkan saya dengan baik, tahukah kamu ketika dikandungan saja, ibu saya susah payah membawa saya datang dari satu pengajian- pengajian lain, saya di ngajiin lho, setelah lahir saya dibesarkan dengan didikan yang baik, bagaimana mungkin anda mengata- ngatai saya seperti itu? suci banget ya hidup anda??

sekarang jika kejadian ini membalik, saya menulis tentang anda, dan itu tidak seperti yang saya tuduhkan, dan ibu kamu suatu saat mengetahui hal itu, bagaimana perasaannya? 

ayolah, saya juga bukan orang suci tanpa dosa tapi kita sama sama wanita yang suatu saat menjadi panutan untuk banyak orang. berhati- hatilah dalam berlisan. jika yang kamu katakan tidak benar maka akan menjadi fitnah (sesuai ajaran yang orang tua saya ajarkan), dan perlu kamu ketahui saya sama sekali tidak mengenal anda, tidak mau tahu urusan anda, dan ya masa bodo ah untuk hidup anda. saya menulis ini karena saya geram dengan jastifikasi yang anda lakukan untuk saya. 

tulisan ini saya tulis untuk wanita bernama Astri Febriani yang tidak lain mantan pacar lelaki saya yang saat ini bersama saya. 


Friday, April 5, 2013

menyerah sesekali

sesuai dengan judul mengenai menyerah, cerita ini saya alami beberapa hari lalu. yaaa... saya hampir menyerah pada sesuatu hal yang HARUSNYA bisa saya taklukan hari itu. saya menyerah kepada ego saya untuk meledak- ledak ke orang lain.

sebenarnya siang itu saya sangat menghindari untuk bertemu si yxyxy dengan tujuan saya tidak meledak karena kecewa siang itu, tapi apa daya, saya menyerah pada ego yang tak bisa dijelaskan.

seringkali saya menahan untuk tidak menjadi kalah atau apalah, entah tulisan inipun saya pikir sebagai pengingat bahwasanya saya tidak boleh menyerah dengan hal yang tak semestinya diserahkan...
tapi sekiranya saya juga manusia biasa, menyerah sesekali tapi tidak untuk puluhan kali kata ibu saya ketika mendengar cerita saya ini...

dan saya sadar betul saya sedang menyerah kala itu...
menyerah pada alter ego yang tak bisa dijelaskan...

dan tulisan ini saya buat untuk pengingat bagi diri saya sendiri...
menyerah sesekali...