Saturday, September 28, 2013

dan tibalah waktunya

dan tibalah waktunya semua ini harus diakumulasikan,,,,

semuanya memang indah pada waktunya, hingga pada akhirnya memang harus betekuk lutut dengan takdir yang terjadi, takdir yang membahagiakan ataupun tak melegakan..
dan semua datang pada waktunya...

kejutan apa lagi yang aku dapat kali ini, jelasnya itu sangat membahagiakan, kamu yang dinanti akhirnya datang juga. yang mengisi dengan cara sederhana dan cara baru. seperti yang dikatakan teman diseberang telepon waktu itu, kalau kamu mau, tinggal saja sebut waktunya berdoa dan usaha tetap penting, tapi semua indah pada waktunya...

dan luar biasa.. sekarang semuanya terwujud...

satu tangga demi tangga yang lain, memang tidak mudah, buruh perjuangan kesana, tapi bukan mustahil kita bisa melakukannya "bersama"....

bersama akan menuju satu titik yang bernama tujuan,,,entah cepat atau lambat kita akan sampai disana..dan jelasnya "bersama dan pada waktunya"...terima kasih untukmu yang masih sampai detik ini menyebut ini "perjalan kita"....

Saturday, September 14, 2013

bahagia itu sederhana

ketika rambut yang dulu kau cukur habis kini mulai tumbuh, lalu memanjang melebihi tulang bahumu. Geraknya mengikutimu saat kau berjalan, berlari kecil, atau mengibas kegerahan. Menggelitik tetapi kau menyukainya. Hingga suatu saat, ada yang membelainya menjelang kau tidur. Kaupun menyukainya.
~
saat kau melewati sebuah toko tas ternama. Mahal, penuh prestise, lalu kau memutuskan untuk masuk. Berlagak ingin membeli. Memegang, mengerutkan dahi layaknya sedang memikirkan kualitas bahannya, mencobanya, bertanya pada pramuniaga apakah ada warna selain yang kau pegang karena kau tak suka. Lalu pramuniaga dengan senyum lebar – senyum yang kau yakin tak akan  begitu jika dia tahu berapa lembar ribuan rupiah sisa di dompetmu, dan tak ada kartu kredit bank manapun- dengan keramahan menjelaskan apa yang kau ingin tahu. Tapi kau tetap tidak suka. Lalu kau pergi. “Aku baru saja memegang dan mencoba tas mahal!” pekikmu dalam hati, sedang si pramuniaga hanya mengurut dada.
~
“Bapak apa kabar?? Sehat?? Ibuk sehat??”
“Alhamdulillah semua sehat. Mba gimana?? sehat kan?? Semua lancar??”
“Iya, alhamdulillah.”
“Adekmu naik 5 kilo lho.”
….Hingga kau menutup telpon dengan senyum sekaligus rindu yang ranum.
~
kue mangkuk dan sebatang eskrim rasa kejutan.
~
matahari yang baik. Matahari yang tahu bahwa cucianmu banyak dan harus kering secepatnya, sedang di hari itu kau tak punya rencana keluar rumah. Jemuranmu berjemur, di dalam rumah kau tenang tidur.
~
janji menikah pada seseorang yang sudah lama kau inginkan untuk hidup bersama. Cerita-cerita mereka – yang menikah terlebih dahulu – menguatkan tekadmu. Hilanglah kekhawatiran sewa gedung yang semakin mahal, kredit rumah yang memberatkan, serta biaya anak-anakmu sekolah nantinya.
~
janji dinikahi oleh seseorang yang sudah lama kau idamkan. Jauh di dalam dadamu, kau merasa terpuji luar biasa.
~
pernah di suatu pagi rasa malas yang terhimpit keharusan membuatmu hanya terdiam lama di dalam kamar mandi. Tak ada suara di dalam otakmu kecuali gemericik air keran hingga kemudian kau bertanya-tanya bagaimana jika air tak pernah ada?? Rasa malasmu akan jadi apa?? Lalu kau cepat-cepat mandi.
Saat waktu berbuka, pertanyaan yang sama kembali mengusikmu. Bagaimana jika air tak pernah ada?? Teh dan kopi hanya akan berupa serbuk-serbuk yang hanya akan menyumbat tenggorokan. Lalu kau cepat-cepat meneguk segelas air di hadapanmu.
Lega.
~
bangun di bawah hamparan sinar pagi. Tetes embun di ujung rambutmu memantulkannya seperti permata. Kau tetap bersemangat meski pada akhirnya orang-orang di hari ini – sama seperti hari sebelumnya – akan menginjakmu tanpa kasihan. Katamu “Di dunia ini aku rumput. Diinjak orang, lalu tumbuh lagi, lalu diinjak lagi, atau jadi pakan sapi. Tapi  sepatu yang menginjakku tak bertanah lagi, sapi yang makan aku jadi sapi yang gemuk.”
~
Yang barusan itu tidak ada sepersekian dari keseluruhan.

 

Wednesday, September 4, 2013

keajaiban

dalam hal beriman, percaya tuhan itu ada saja tidak cukup. 
kamu harus percaya tuhan itu ajaib 
              (teman kecil, disudut telepon pagi)

benar adanya kata seorang teman kecil pagi ini, setelah kami lama tidak berkomunikasi karena kesibukan masing- masing, saya mencoba menghubunginya. selain karena dia baru saja menikah, dari beberapa tahun terakhir, lebaran kemarinlah kami tidak saling bertemu, selain teman kecil saya sudah bersuami (ikut mudik suami) sayapun tak kalah padat, karena harus mengunjungi beberapa keluarga yang lain. 

tidak ada yang spesial dalam obrolan kita di telepon, kita hanya saling bertukar cerita seperti biasa, kemudian saya menceritakan beberapa rencana dekat yang membahagiakan di hidup saya, disisi lain saya juga menceritakan kegundahan saya mengenai beberapa detail yang harus diperhatikan. dengan asas percaya karena teman kecil saya sudah memulai semuanya lebih awal, sayapun mengiyakan apa yang dikatakannya. 

teman saya mengatakan "kamu memang beriman, saya tahu kamu, tapi dalam hal beriman, percaya tuhan itu ada saja tidak cukup. kamu harus percaya tuhan itu ajaib

sambil memutar cerita perjalanan hidup yang saya alami, teman kecil saya meyakinkan saya bahwa semuanya akan baik- baik saja, 

ya, saya ini memang lahir di kota ini, besar dan kemudian harus berpindah kota karena orang tua saya memutuskan untuk berpisah. tidak lama dari kejadian tersebut saya ikut dengan budhe di kota lain, melanjutkan ke jenjang selanjutnya. tidak berhenti disitu, ketika harus melanjutkan ke perguruan tinggi juga tidak semulus yang dibayangkan,  tidak selancar yang diinginkan, dan akhirnya memutuskan untuk berhenti 1 tahun dulu untuk tidak mengenyam bangku pendidikan, tapi semua hal itu memang benar adanya ini keajaiban Tuhan, semua datang diwaktu yang tepat dan dalam keadaan yang sebenarnya.... 

setelah satu tahun tanpa status yang jelas, akhirnya tercapailah apa yang saya inginkan, perjalanannya memang tak semulus saya inginkan, tapi saya percaya tidak ada yang mustahil bagi yang mengupayakan, dan lihat apa yang terjadi pada saya saat ini, kejutan dari Tuhan, 

jika harus menuliskan syukur dalam 140 huruf di twitter tak cukup, beratus huruf , berlembar bukupun saya rasa tak cukup mencakup semua rasa syukurnya, yang jelas semua ini keajaiban Tuhan, bahkan untuk urusan rejeki, jodoh dan selain pekerjaan,, saya ga tau lagi musti syukur model apa... 

teman saya diujung telepon, lagi- lagi mengingatkan "bener kan tuhan itu ajaib, tau mana yang pas buat kamu"

ya kali ini saya memang harus sepakat untuk yang disampaikan teman saya, teman yang menemani perjalanan saya selama 10 tahun terakhir, teman yang tahu betul siapa saya, terima kasih untuk telepon yang menyejukkan, terima kasih wejangannya, semoga bahtera keluargamu senantiasa dipenuhi cahaya kebahagiaan... 

pelajarannya percayalah bahwa ada keajaiban Tuhan dalam hidup kita, hanya kesadaran kita yang membedakan, dimensi waktu antara cepat atau lambat kita menyadarinya, antara kita mau menyadari atau tidak, semuanya tergantung kita, 

terima kasih  teman kecil yang bersedia saling bercerita biarpun diujung telepon....