Friday, November 29, 2013
gunung dan laut
entah apa yang memelesatkan untuk menuliskan semua ini, dorongan nya begitu kuat, bahkan nyata....
aku tau kamu bisa melihatnya, jauh disana ada gunung,,,
dan disebrangnya ada laut....
apa yang akan kamu lakukan bila keduanya begitu dekat?
bahkan nyata?
membiarkan kamu ada diantara keduanya?
ke gunung?
menyelami samudera?
yang pasti kamu jawabnya,,,
hanya ada satu jawaban yang akan menyelamatkanmu....
tetap jadi apa yang kamu mau...
tak perlu memaksakan ke gunung, mencoba menyelam atau bahkan mencoba tegar ada ditengahnya
berdirilah ditempat yang kamu mau...dan nikmatilah rasa itu,,,,
Tuesday, November 12, 2013
ternyata benar, selesai sudah...
Ternyata benar, kau
tak mengingatku...
Sekilas setelah
melihat sebuah foto di sebuah dinding facebook. Pagi ini semacam kejutan kecil
dari tuhan bahwasanya memang kau tak mengingatku lagi, bahkan mungkin sudah tak
peduli lagi.
Bahagia melihat
fotomu dengan perempuan lain, tapi apakah kamu masih ingat? Kita belum selesai,
tak ada penyelesaian saat itu, kamu pergi begitu saja. Biarpun saat ini
akhirnya kita sama- sama memiliki kehidupan yang dirasa lebih baik. Tapiiii.....kita
tidak selesai saat itu.
Berkaca- kaca sambil
dalam hati mendoakanmu agar selalu bahagia mungkin yang bisa aku sampaikan
sampai pagi ini. Sampai benar aku pastikan memang kita sudah selesai.
Okelah, kejutan pagi
ini....
Aku turut bahagia melihatmu
dengan wanitamu
Wednesday, November 6, 2013
kemarin, hari ini dan esok
Hari ini adalah hari esok yang kucemaskan kemarin
Dan hari ini cerah sekali,
Hingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin
Maka hari ini aku tidak akan mencemaskan esok
Lagi pula, mungkin tidak akan ada esok
Maka hari ini aku akan hidup seolah esok tak ada
Dan aku akan melupakan hari kemarin
Hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin
Dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak
berjalan seperti yang kukira kemarin
Maka hari ini aku akan melupakan esok dan aku akan
merencanakan hari ini
Tetapi tidak terlalu habis-habisan
Hari ini aku akan berhenti untuk memetik sekuntum mawar
Aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai
betapa aku mencintainya
Aku akan berhenti merencanakan esok dan berencana
untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku
Hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin
Dan hari ini ternyata tidak ada yang harus ditakutkan
Maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal
yang tak kuketahui
Aku akan merangkul yang tidak kuketahui itu sebagai
pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan seru
Hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan esok
Hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin
Dan sebagian mimpi yang kuimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini
Maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
Dan mungkin lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan
Hari ini akan jadi kenyataan esok
Hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin
Dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini
Maka hari ini aku akan menerapkan tujuan yang
sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok
Dan jika esok ternyata seperti hari ini
Aku pasti akan mencapai semua tujuanku suatu saat nanti!
-tulisan ditengah malam KKN, Sindhuharjo, 5 November 22: 45-
Dan hari ini cerah sekali,
Hingga aku bertanya-tanya mengapa aku mencemaskan hari ini kemarin
Maka hari ini aku tidak akan mencemaskan esok
Lagi pula, mungkin tidak akan ada esok
Maka hari ini aku akan hidup seolah esok tak ada
Dan aku akan melupakan hari kemarin
Hari ini adalah hari esok yang kurencanakan kemarin
Dan hampir semua rencanaku untuk hari ini tidak
berjalan seperti yang kukira kemarin
Maka hari ini aku akan melupakan esok dan aku akan
merencanakan hari ini
Tetapi tidak terlalu habis-habisan
Hari ini aku akan berhenti untuk memetik sekuntum mawar
Aku akan mengatakan kepada orang yang kucintai
betapa aku mencintainya
Aku akan berhenti merencanakan esok dan berencana
untuk menjadikan hari ini hari terbaik dalam hidupku
Hari ini adalah hari esok yang kutakutkan kemarin
Dan hari ini ternyata tidak ada yang harus ditakutkan
Maka hari ini akan kuenyahkan rasa takut akan hal-hal
yang tak kuketahui
Aku akan merangkul yang tidak kuketahui itu sebagai
pengalaman belajar yang penuh dengan kesempatan seru
Hari ini, tidak seperti kemarin, aku tidak akan menakutkan esok
Hari ini adalah hari esok yang kuimpikan kemarin
Dan sebagian mimpi yang kuimpikan kemarin jadi kenyataan hari ini
Maka hari ini aku akan terus memimpikan esok
Dan mungkin lebih banyak lagi mimpi yang kuimpikan
Hari ini akan jadi kenyataan esok
Hari ini adalah hari esok yang tujuannya kutetapkan kemarin
Dan aku mencapai sebagian tujuan itu hari ini
Maka hari ini aku akan menerapkan tujuan yang
sedikit lebih tinggi untuk hari ini dan esok
Dan jika esok ternyata seperti hari ini
Aku pasti akan mencapai semua tujuanku suatu saat nanti!
-tulisan ditengah malam KKN, Sindhuharjo, 5 November 22: 45-
kutukan kata ketiga
Angin segar dipenghujung malam
Malam ini aku putuskan untuk mengiyakan mengangkat
teleponmu. Entah kenapa dan alasan apa yang membuatku malas sekali menolak
untuk mengangkatnya, ingin dengar cerita panjangmu dan cerita serumu dari field
work eh field trip lebih tepatnya.
Mengingat memory terakhir kita bertemu dan sempat melihatmu
dalam balutan jaket tebal dan serius membaca itu memang sangat menyegarkan. Sabtu
pagi saat itu memang sangat bersahabat. Tapi memang benar adanya obrolan kita
saat itu sangat berjarak.
Tidak seperti yang kita lakukan di warung kopi tempo
hari.
Bagaimana mungkin, aku melakukan dan membicarakan obrolan
yang sama ketika di warung kopi sama dengan yang dikampus. Ahhhhh terlalu fokus
pada tempat.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti
smsmu pagi ini”.
Benar adanya aku memang sedang menstabilkan diri dari
goncangan yang baru saja terjadi bulan lalu. Tapi kamu ini luar biasa, sangat
adiktif, membuat aku merasa semua baik- baik saja, dengan santun dan sebaiknya
aku menjaga agar kanan dan kiri seimbang. Yang lebih menyenangkan malam ini
obrolan kita sedikit berbeda.
Bagimana tidak?
Selama ini, obrolan kita memang sangat positif, selalu
berkutat pada teori, bangku- bangku perkuliahan dan masalah field work dan sebagainya.
Aku memang terlihat selalu lebih sering mendominasi di obrolan kita, tapi malam
ini memang aku ingin kita bicara pada porsinya.
Akhir- akhir ini aku memang sangat bisa menerima kode- kode
yang kamu berikan mengenai apa yang kamu rasa, terima kasih sudah melakukannya,
hanya itu yang bisa aku sampaikan.
Tapi besar penasaranku dan memutuskan bertanya padamu mengapa orangnya aku???
dilain arah kamu mencoba menjawab bahkan, Berulang kali kamu menjawab dan berulang kali kamu berhenti
di kata ketiga, dan menyerah pada kata ”kamu mau jawabannya malam ini, tidak mau
lain waktu yang lebih pas?”
Sejak itu aku mulai sadar bagaimana aku ternyata terlalu
menuntutmu untuk menjelaskan yang sepantasnya dirasakan bukan dinyatakan.
Hanya
bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita
serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Menunggu kisah selanjutnya itu lebih membuat bersemangat....
kutukan kata ketiga tahun lalu,tulisan untuk sekedar mengingatmu,
untukmu
selamat atas pernikahanmu dalam waktu dekat, berbahagialah....
Angin segar dipenghujung malam
Malam ini aku putuskan untuk mengiyakan mengangkat
teleponmu. Entah kenapa dan alasan apa yang membuatku malas sekali menolak
untuk mengangkatnya, ingin dengar cerita panjangmu dan cerita serumu dari field
work eh field trip lebih tepatnya.
Mengingat memory terakhir kita bertemu dan sempat melihatmu
dalam balutan jaket tebal dan serius membaca itu memang sangat menyegarkan. Sabtu
pagi saat itu memang sangat bersahabat. Tapi memang benar adanya obrolan kita
saat itu sangat berjarak.
Tidak seperti yang kita lakukan di warung kopi tempo
hari.
Bagaimana mungkin, aku melakukan dan membicarakan obrolan
yang sama ketika di warung kopi sama dengan yang dikampus. Ahhhhh terlalu fokus
pada tempat.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti smsmu pagi ini”.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti smsmu pagi ini”.
Benar adanya aku memang sedang menstabilkan diri dari
goncangan yang baru saja terjadi bulan lalu. Tapi kamu ini luar biasa, sangat
adiktif, membuat aku merasa semua baik- baik saja, dengan santun dan sebaiknya
aku menjaga agar kanan dan kiri seimbang. Yang lebih menyenangkan malam ini
obrolan kita sedikit berbeda.
Bagimana tidak?
Selama ini, obrolan kita memang sangat positif, selalu
berkutat pada teori, bangku- bangku perkuliahan dan masalah field work dan sebagainya.
Aku memang terlihat selalu lebih sering mendominasi di obrolan kita, tapi malam
ini memang aku ingin kita bicara pada porsinya.
Akhir- akhir ini aku memang sangat bisa menerima kode- kode
yang kamu berikan mengenai apa yang kamu rasa, terima kasih sudah melakukannya,
hanya itu yang bisa aku sampaikan.
Tapi besar penasaranku dan memutuskan bertanya padamu mengapa orangnya aku???
dilain arah kamu mencoba menjawab bahkan, Berulang kali kamu menjawab dan berulang kali kamu berhenti
di kata ketiga, dan menyerah pada kata ”kamu mau jawabannya malam ini, tidak mau
lain waktu yang lebih pas?”
Sejak itu aku mulai sadar bagaimana aku ternyata terlalu
menuntutmu untuk menjelaskan yang sepantasnya dirasakan bukan dinyatakan.
Hanya bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Hanya bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Menunggu kisah selanjutnya itu lebih membuat bersemangat....
kutukan kata ketiga tahun lalu,tulisan untuk sekedar mengingatmu,
untukmu
selamat atas pernikahanmu dalam waktu dekat, berbahagialah....
Sunday, November 3, 2013
sinyal itu semakin jelas...
Aku mengerti, akumulasi waktu yang kamu habiskan, lalui, dan hayati dengan
orang-orang yang kamu cintai—keluarga, teman-teman kuliah, sejawat, dan perempuan
lain yang pernah datang dan singgah dihatimu—tidak bisa dibandingkan dengan
perjumpaan singkat yang membentuk relasiku denganmu (surat pertama kala itu)
aku yakin kamu masih mengingatnya,
bagaimana jari- jariku akhirnya menunjukan beberapa paragraf untuk beberapa penjelasan saat itu, tulisan pertama untukmu,
tentu saja bukan tanpa alasan akan apa yang kita lewati, lalui dan jalin sejauh ini pastilah membahagiakan,
kamu dan aku tentu saja tidak akan pernah percaya bahwa aku pernah mendapat sinyal yang sama dalam sebuah surat, sinyal- sinyal yang sering kita diskusikan sembari minum kopi sore juga pasti beralasan, sampai akhirnya kita harus percaya bahwa sinyal- sinyal itu semakin jelas.
sinyal tentang aku
sinyal tentang kamu
sinyal tentang kita
sinyal tentang masa depan
sinyal tentang kebersamaan
dan sinyal- sinyal itu membahagiakan...
aku yakin kamu masih mengingatnya,
bagaimana jari- jariku akhirnya menunjukan beberapa paragraf untuk beberapa penjelasan saat itu, tulisan pertama untukmu,
tentu saja bukan tanpa alasan akan apa yang kita lewati, lalui dan jalin sejauh ini pastilah membahagiakan,
kamu dan aku tentu saja tidak akan pernah percaya bahwa aku pernah mendapat sinyal yang sama dalam sebuah surat, sinyal- sinyal yang sering kita diskusikan sembari minum kopi sore juga pasti beralasan, sampai akhirnya kita harus percaya bahwa sinyal- sinyal itu semakin jelas.
sinyal tentang aku
sinyal tentang kamu
sinyal tentang kita
sinyal tentang masa depan
sinyal tentang kebersamaan
dan sinyal- sinyal itu membahagiakan...
Subscribe to:
Posts (Atom)
