Sunday, October 27, 2013
Saturday, October 26, 2013
ujung akhir
'Jika kesabaran ada batasnya, aku tahu kapan dan di mana harus berhenti.
Jika kesetiaan ada ujungnya, aku tahu mengapa dan bagaimana harus tetap berangkat.
Jika perjalanan ada akhirnya, aku tahu apa itu pengalaman dan dengan siapa harus kualami (candra malik)
Jika kesetiaan ada ujungnya, aku tahu mengapa dan bagaimana harus tetap berangkat.
Jika perjalanan ada akhirnya, aku tahu apa itu pengalaman dan dengan siapa harus kualami (candra malik)
Sunday, October 13, 2013
sesak
Di ponsel saya, baru saja, masuk pesan Watsap
“dita apa kabar”
Seandainya saya bisa menanyakan hal yang sama, Januari tahun lalu. Seandainya saja, ada kalimat penyejuk hati di kala saya menanti esok hari di depan khalayak.
Saya tak kuasa. Munafik kalau saya bilang saya bukan penyimpan dendam. Bukan saya benci, saya tak bisa. Saya berusaha. Sungguh. Tapi tak dapat lepas.
2010.
3 tahun yang lalu.
Saya di hadapkan pada situasi yang sungguh aneh. Masih ingat, kamu? Telunjukmu masih mengarah ke mukaku.
Maaf, tapi saya tak pernah bisa melupakan saat orang yang saya anggap baik dan dekat, justru menyalahkan saya di depan umum dan mempermalukan saya. Beritahu saya apa yang salah, akan saya perbaiki. That is a friendship should be.
Hati saya tak pernah lega. Memori itu selalu ada.
Dan, saat saya tak ada di sana, untuk mengucapkan selamat atas kebahagianmu, tentu ada alasan kenapa saya akan bertanya, “kenapa kamu tak ada di sana saat saya berada di tempatmu saat ini?”
Maaf, saya tak lega.
Saya sesak.
“dita apa kabar”
Seandainya saya bisa menanyakan hal yang sama, Januari tahun lalu. Seandainya saja, ada kalimat penyejuk hati di kala saya menanti esok hari di depan khalayak.
Saya tak kuasa. Munafik kalau saya bilang saya bukan penyimpan dendam. Bukan saya benci, saya tak bisa. Saya berusaha. Sungguh. Tapi tak dapat lepas.
2010.
3 tahun yang lalu.
Saya di hadapkan pada situasi yang sungguh aneh. Masih ingat, kamu? Telunjukmu masih mengarah ke mukaku.
Maaf, tapi saya tak pernah bisa melupakan saat orang yang saya anggap baik dan dekat, justru menyalahkan saya di depan umum dan mempermalukan saya. Beritahu saya apa yang salah, akan saya perbaiki. That is a friendship should be.
Hati saya tak pernah lega. Memori itu selalu ada.
Dan, saat saya tak ada di sana, untuk mengucapkan selamat atas kebahagianmu, tentu ada alasan kenapa saya akan bertanya, “kenapa kamu tak ada di sana saat saya berada di tempatmu saat ini?”
Maaf, saya tak lega.
Saya sesak.
Thursday, October 3, 2013
nikmatnya bisa memilih
malam ini ditengah kesibukan saya menulis laporan- laporan ini, saya snegaja membuat tulisan ini. kalo ditanya karena bosan, memang iya, kalo ditanya karena jenuh jawabnya iya. ya pastilah tahu kalo dalam beberapa minggu terakhir hal yang sama saja yang kamu kerjakan, tentu saja bukan mustahil rasa bosan hinggap dengan nyaman dipikiran.
tapi bahagia kok, sambil menulis, 2 menit sekali mengecek timeline, dan membuka kotak chat dengan teman lama, melihat foto-foto makanan temanmu, melihat foto mereka yang betoga,tentu saja membahagiakan...
nikmatnya disudut meja sambil minum teh, mendengarkan lagu favorite, ditemani tumpukan bukumu, sambil tertawa kecil karena perbincangan oleh teman lama, percayalah ini tak akan kamu temui ketika sudah bersuami,,,
buka karena bersuami itu tidak bahagia, tapi pasti kamu uda ribet sama urusan cuci baju sembari nyiapin makan. jadi inget, tempo hari jalan kesebuah mal di kota lain dengan seorang teman dekat. sambil makan saya menanyakan " kalo uda nikah punya anak, masih bisa gak ya lama- lama disini"
" puas-puasin dulu deh" ......
bukan tidak mungkin kamu bisa berlama- lama, tapi pastilah ketika kamu berlama- lama pikiranmu akan kemana- mana (dalam hati siapa yang angkat baju yang dijemur nanti, siapa yang masak buat makanan suami) ah.,, betapa sulitnya..
hahaha...
bukan pernikahan itu tidak membahagiakan ya, tapi itu semua pilihan pilihan ketika kamu merelakan "sebagian waktu mu" untuk hal yang memang "belum" waktunya, penyesalanlah yang ada...
kata seorang teman di timeline beberapa hari lalu sepertinya cocok "Tidak ngoyo, tidak kemrungsung, tidak ngotot "
nikmatnya menikmati pilihan itu beribu kali lipat dari yang kamu dapat dari kemrungsung dan sebagainya, selesaikan satu- satu, pilih mana prioritasnya, dan nikamti...
layaknya kamu membuat kopi, antara gula, kopi dan air pasti kamu tau mana yang harus didahulukan, selamat menikmati....
tapi bahagia kok, sambil menulis, 2 menit sekali mengecek timeline, dan membuka kotak chat dengan teman lama, melihat foto-foto makanan temanmu, melihat foto mereka yang betoga,tentu saja membahagiakan...
nikmatnya disudut meja sambil minum teh, mendengarkan lagu favorite, ditemani tumpukan bukumu, sambil tertawa kecil karena perbincangan oleh teman lama, percayalah ini tak akan kamu temui ketika sudah bersuami,,,
buka karena bersuami itu tidak bahagia, tapi pasti kamu uda ribet sama urusan cuci baju sembari nyiapin makan. jadi inget, tempo hari jalan kesebuah mal di kota lain dengan seorang teman dekat. sambil makan saya menanyakan " kalo uda nikah punya anak, masih bisa gak ya lama- lama disini"
" puas-puasin dulu deh" ......
bukan tidak mungkin kamu bisa berlama- lama, tapi pastilah ketika kamu berlama- lama pikiranmu akan kemana- mana (dalam hati siapa yang angkat baju yang dijemur nanti, siapa yang masak buat makanan suami) ah.,, betapa sulitnya..
hahaha...
bukan pernikahan itu tidak membahagiakan ya, tapi itu semua pilihan pilihan ketika kamu merelakan "sebagian waktu mu" untuk hal yang memang "belum" waktunya, penyesalanlah yang ada...
kata seorang teman di timeline beberapa hari lalu sepertinya cocok "Tidak ngoyo, tidak kemrungsung, tidak ngotot "
nikmatnya menikmati pilihan itu beribu kali lipat dari yang kamu dapat dari kemrungsung dan sebagainya, selesaikan satu- satu, pilih mana prioritasnya, dan nikamti...
layaknya kamu membuat kopi, antara gula, kopi dan air pasti kamu tau mana yang harus didahulukan, selamat menikmati....
Subscribe to:
Posts (Atom)