Sunday, November 3, 2013

sinyal itu semakin jelas...

Aku mengerti, akumulasi waktu yang kamu habiskan, lalui, dan hayati dengan orang-orang yang kamu cintai—keluarga, teman-teman kuliah, sejawat, dan perempuan lain yang pernah datang dan singgah dihatimu—tidak bisa dibandingkan dengan perjumpaan singkat yang membentuk relasiku denganmu (surat pertama kala itu) 


aku yakin kamu masih mengingatnya,
bagaimana jari- jariku akhirnya menunjukan beberapa paragraf untuk beberapa penjelasan saat itu, tulisan pertama untukmu,
tentu saja bukan tanpa alasan akan apa yang kita lewati, lalui dan jalin sejauh ini pastilah membahagiakan, 

kamu dan aku tentu saja tidak akan pernah percaya bahwa aku pernah mendapat sinyal yang sama dalam sebuah surat, sinyal- sinyal yang sering kita diskusikan sembari minum kopi sore juga pasti beralasan, sampai akhirnya kita harus percaya bahwa sinyal- sinyal itu semakin jelas. 

sinyal tentang aku

sinyal tentang kamu 

sinyal tentang kita 

sinyal tentang masa depan

sinyal tentang kebersamaan 

dan sinyal- sinyal itu membahagiakan... 

No comments:

Post a Comment