Wednesday, February 27, 2013

maaf aku cemburu


Tak cuma jarak tetapi mimpi dan kisah-kisah di sekeliling yang memisahkanku dari genggaman Jarimu
Tanpa daya, kuperbanyak doa sambil menitipkanmu padaNya 

  -asma nadia- 




ya, pastilah kamu tahu seberapa menyebalkannya aku ketika berubah menjadi wanita paling dihindari saat marah karena cemburu... menjadi wanita yang menyebalkan versimu itu memang membuatku merasa berat, tapi apa daya memang banyak hal membuatku cemburu,,,

bagaimana mungkin hal ini tidak terjadi. coba saja, kamu bayangkan... mereka yang disana selalu kebagian jatah wangimu dan rapimu dikantor, suasana apapun merekalah yang melihatmu dan menemanimu setiap waktunya, mereka yang menikmatimu dalam keadaan yang paling baik. mereka yang melihatmu dalam keadaan terbaik...dan itu mereka...


aku???? 

bagaimana mungkin aku tak cemburu, 
aku tak protes padamu.. 
apa yang kamu simpan untukku?penatmu?lelahmu?keluh kesahmu?

yang perlu kamu ingat seperti yang aku ucapkan padamu... 
aku ini memang rumah, dikala kamu pergi kemanapun kamu akan kembali kerumah,,harusnya aku tak perlu takut, tak perlu cemburu.harusnya.... 

tapi maaf jika tempo hari aku terbakar cemburu luar biasa, ya karenamu aku sangat cemburu...

maaf jika senyumku tersembunyi dibalik airmata
dan kata-kata mesra menjadi tanpa daya karena terperangkap dalam prasangka
tapi Tuhan tahu, Cinta yang kupunya lebih berwarna dari yang kau kira...

maaf aku cemburu....

Monday, February 25, 2013

aku mencintaimu tanpa henti




Aku mencintaimu dengan mudah, semudah meremas jarimu tanpa jengah. Aku ingin meninggalkanmu dengan bersusah payah, sepayah hatiku, berucap tidak akan pernah (emka)




Sekecil apapun, bersamamu adalah momen terindah yang menasbihkan rasa; dengan atau tanpa alasan apapun.


Dalam sadarku, kusunting cintamu sebagai kekasihku. Dalam raguku, kuhapus setiap alasan untuk berjarak dari hatimu. Dalam keakuanku, bersamamu adalah perjalanan mencari jawaban. Dan, belajar adalah kata kuncinya.


“Detik ini  bersamamu, dan seterusnya aku inginkan itu,” yakinku.
Dan, kuputuskan menjalani apa yang seharusnya dijalani dengan hati sebagai jembatannya. Karena bersamamu, aku bisa merasakan setiap momen yang terjadi sebagai kejadian perasaan. 
Perlahan tapi pasti, aku mencintaimu tak henti. 




-dalam coretan senja, diruang penuh harap-

sedikit cerita tentang kamu

untuk kamu,, di tengah kesibukanmu...

sudah lama tidak menuliskan apapun di sini, tentang kamu, pertemanan bahkan hal yang menyenangkan. akhir- akhir ini banyak cerita mengenai aku dan kamu yang sebenarnya sudah lama ingin aku tuliskan, terkait pertemuan tak sengaja kita hingga perjalanan keluar kota ditengah hujan. 

membosankan sih sebenarnya, bahkan untuk pembaca yang setidaknya tidak tahu kisah kita, tulisan ini mungkin cuma jadi olok- olokan sambil berkata "ah... itu cerita lama" tapi sayangnya itu tak terjadi di kisah kita.seperti tahun ini  melalui 14 yang pertama dengan kamu memang bukan sesuatu yang spesial dan harus dirayakan dengan pesta besar atau bahkan makan malam ditemani lilin, tapi buatku itu tak ubahnya 14 pertama yang membawa kita melalui dan membuat selalu berharap melewati 14 selanjutnya. 

menuliskan berparagraf- paragfar sebelum 14 itu datang memang tak pernah terbayangkan, tapi ya sekali lagi maaf atas kekikukanku memperlakukan semuanya, sering kali surat- surat itu dikirimkan hanya sembari mengatakan terima kasih dan aku sayang kamu, rasanya memang sulit jika keluar dari mulut tepat dihadapanmu. 

kali inipun begitu, rangkaian cerita kecil yang kita bingkai sehari- hari bukan tanpa makna, yakinlah kita mau membingkainya menjadi gambar yang lebih besar, seperti siang lalu, ketika kamu memberiku tawaran yang tak pernah dilakukan oleh pria lain, teman lain dalam hidupku. antara senang dan senang waktu kamu mengatakannya. mungkin saja hanya waktu yang belum bisa menjawabnya, percayalah bahwa niat baikmu akan terbingkai lebih besar nantinya, tunggu waktunya saja... terima kasih untuk segenap ajakan istimewa yang tak terlupakan. 

diakhir kata kamu yang jadi cerita di akhir pekan dan di ruang bernama rumah, yang jadi tempat dari segala tujuan, mengertilah, ini bukan suatu usaha sia- sia, dan berkatalah ini sedikit cerita dari kamu untuk kita...




dari aku teman hidupmu....