Wednesday, March 27, 2013

dan kau tertipu

cerita ini saya buat untuk menceritakan sedikit keluh kesah saya karena merasa dikhianati atau apalah oleh seorang teman yang (tak) dekat sama sekali. 
sebenarnya cerita ini terkait perkuliahan, tapi kejadian ini membuat saya merasa  hanya digunakan sebagai "alat" penyambung dalam sebuah kegiatan mahasiswa. 

sebenarnya kronologi kejadian ini sudah terjadi di tahun lalu, kenapa baru posting sekarang? karena semua cerita itu terangkai sampai detik ini. jadi begini, suatu hari saya mendapat pesan singkat dari seorang teman jurusan lain untuk bergabung dalam kegiatannya, selain dia ingin merekrut anak dari jurusan yang saya naungi saat ini dia juga memerlukan si dosen A yang ternyata juga pengajar di jurusan kami. Nah waktu itu memang saya sedang tidak dijogja dalam waktu lama, bahkan saya baru kembali setelah 1 bulan pesan itu dikirim, dan akhirnya saya memutuskan bertemu teman saya yang mengirim pesan tersebut untuk membocarakan tujuan ya anggaplah visi dan misi. banyak hal yang menarik yang diobrolkan siang itu, sampai akhirnya saya diundang untuk mengikuti pertemuan besar kelompok kerja teman saya tadi. di pertemuan tersebut saya dipertemukan kepada si perempuan yang digadang- gadang sebagai ketua kelompok kerja dalam kegiatan tersebut, teman saya yang mengajak tadipun cukup punya andil sebenarnya dalam kegiatan tersebut, tapi entah kenapa dalam pertemuan tersebut menurut saya di ketua terlalu banyak mengatur dan bicara. 

nah yang menarik disini, sebelum saya menghadiri pertemuan kegiatan tersebut, saya menelpon dosen saya yang dimintai bantuannya oleh si kelompok kerja tadi, dan dengan sangat sopan dosen saya mengatakan "maaf mbak kesibukan saya membuat saya tidak bisa membantu kegiatan tersebut" dan yang apa dosen saya katakan tersebut, saya katakan saja di forum pertemuan tersebut. memang ketika saya mengatakan tersebut semua respon terlihat sangat positif dan sangat baik. 

dan tau apa yang terjadi pada 2 hari setelahnya? saya mendapat pesan singkat "maaf anda tidak bisa bergabung dikelompok kerja kami dengan alasan bla.. bla... " dan waktu saya mengkonfirmasi siapa pengirim dan berita ini bagaimana kepada teman yang mengajak saya 2 bulan sebelumnya iapun terlihat kaget dan mengucap maaf. 

singkat cerita 1 bulan setelah kejadian tersebut saya bertemu dengan teman  si pengajak tadi, saya sempat menanyakan progress kelompok kerja yang mereka buat, dan teman menjawab "ahh batal, itu terlalu sulit dan tidak mungkin, aku juga mengundurkan diri"  oke kalimat tadi membuat saya cukup tenang ternyata  teman saya yang punya andil besar juga gagal untuk bergabung, jadi tak apalah, 

nah.. nah,,, nah,,, kabar mengejutkan datang dari sahabat saya yang dengan jujur mengatakan bahwasanya kelompok kerja si X  tetap berjalan dan sudah mengajukan semua persyaratan untuk kegiatan tersebut.  
duh.. rasanya seperti di tampar mantan didepan kawan,, 

dan baru sadar dengan semua akumulasi cerita bahwa saya sedang dibohongi, ditipu, ada sesuatu yang mereka mau dari saya, bukan terkait uang atau apalah, dan ini terkait pada relasi pertemanan, sayang sekali. 
anda bukan teman dalam kategori saya kalo kejadiannya begini..dan singkat cerita kau tertipu (untuk diri sendiri sih)....


- tulisan ini saya buat dari semua akumulasi cerita bermula pesan singkat pada agustus 2012 melalui bbm, berakhir kehobongan dalam pertemanan  di Maret 2013, untuk anda yang merasa dalam tulisan ini, terima kasih 

Friday, March 22, 2013

lewat begitu saja

dan lewatlah begitu saja si teman baru itu...

sebenarnya  saya kurang suka menceritakan hal ini, tapi ya beberapa hari terakhir hal ini cukup mengganggu sebagian kecil yang ada di otak saya. tentang teman baru yang datang dengan keadaanya yang cukup menyedihkan. ditinggal orang masalalu dan sedang berjuang merangkak membuat yang baru. bagimana mungkin saya tega membiarkan dia merangkak sendiri? bukan berarti saya harus merangkak juga dengannya kan???

ya kejadian ini terjadi akhir pekan lalu, setelah saya merasiakan hal tersebut kepada pria disebelah saya, pria yang hampir genap beberapa bulan bersama saya dengan sabar pastinya untuk menghadapi apapun dengan saya dan akhirnya saya tumpah juga. ya dasar saya gak bisa main rahasian aja...
memang benar akhir pekan lalu saya menemui seroang teman yang saat itu sedang menumpahkan segala permasalahnnya saat itu, yang hebatnya saya larut begitu saja, dan tanpa disadari ternyata saya sedang tergoda....
bukan tergoda untuk bersama dia selamanya, tapi saya tergoda untuk main rahasiaan dengan pria saya. dan menyesal luar biasa akhirnya....

maaf untuk yang kali ini
saya rasa pria yang saya maksud tanpa saya mengucap maafpun senantiasa memafkan saya, tapi justru ini seperti boomerang untuk saya, lebih tepat hal ini menampar saya lebih keras. saya bayangkan malam lalu ketika saya menceritakan hal ini kepada pria saya dia akan meluap marah, diluar dugaan,,,, dia hanya tersenyum sambil berkata "yasudah,,,,

harusnya, saya tidak tergoda pria lain yang semestinya tidak datang saat ini. dan setelah seminggu berlalu ternyata saya baru sadar bahwa teman saya itu entah pergi kemana dan ternyata hanya lewat begitu saja....

lewat dengan membawa duka
lewat dengan membawa cerita
dan terakhir lewat begitu saja....

dan ya sudah lewat saja...

untuk kamu pria disebelah saya yang gak pernah marah, semoga ini jadi tamparan pertama dan terakhir ya buat saya dan tulisan ini dari saya dedikasikan untuk anda pria disebelah saya. 

Monday, March 18, 2013

akhirnya krik kalo gak klik


akhirnya krik kalo gak klik, ingat betul kata- kata itu yang keluar dari mulut saya ketika tumpah meleber- leber bersama ke empat sahabat saya kemarin sore. yak, setelah sekian lama, akhirnya kami bisa berkumpul sembari makan dan saling cerita. awal mula membahas sekitar dunia perkuliahan hingga berakhir mengenai perjalanan hidup. dari yang klik sampe krik...

niatannya sih cuma nunggu hujan reda dan berenti, ya maklumlah kami semua mahasiswa biasa saja yang kemana- mana masih pake motor pemberian orang tua, bahkan saat- saat begini hujan itu musuh paling dihindari, dan sore kemarin hujan memang turun tapi entah kenapa justru jadi hujan yang paling bersahabat dengan kita. singkat cerita, saya sedang menceritakan beberapa hal tentang hidup saya ke sahabat saya, berakhir dengan kata krik...

hmmmm,, kalo kata beberapa orang mungkin gak klik makanya krik, entah kenapa akhirnya saya sampai bisa tumpah menceritakan semuanya ke keempat sahabat saya ini. saya berani menceritakan karena saya rasa empat sahabat saya ini memang orang yang paling tepat dan paling juara untuk urusan beginian. di tulisan ini saya tidak akan menuliskan duduk permasalahan kenapa saya akhirnya sampai mengatakan "krik". tapi saya punya pelajaran penting dari semua cerita diatas "dalam hidup ini memang tidak semuanya akan sesuai pilihanmu dan kemauanmu"klik", tapi sembari masih ada waktu pilihlah yang memang ingin kamu pilih, sebelum terlambat dan jadi"krik""



nb: tulisan ini tidak didedikasikan untuk siapapun. saya menulis hanya untuk mengingat perbincangan saya dengan keempat sahabat saya, anis, nyis, caca dan elin.... great to have you all my beloved syariah girls.....


Thursday, March 14, 2013

persepsi?

Dalam perjalanan hidup kita selalu mendengar baik dan buruknya dari kita dan ini semua terbentuk dari proses persepsi orang lain terhadap diri kita....


kadang, sebagian orang merasa terganggu dengan persepsi yang diberikan, tidak menutup kemungkinan  sebagian lagi cuek terhadap persepsi yang ada dan berusaha berjalan menengadahkan kepala di depan mereka seolah menantang persepsi yang mereka berikan pada dirinya, bahkan sebagian lain lagi berusaha memenuhi persepsi orang lain agar terlihat baik di mata mereka yang memandang.



Sejujurnya persepsi apapun yang diberikan oleh orang lain pada diri kita adalah sebuah wujud dan bentuk dari kepedulian mereka terhadap diri kita. Dan hal ini menjadi bumbu menarik dalam perjalanan kehidupan kita.



Memperhatikan persepsi orang terhadap diri kita sebenarnya dapat kita jadikan leverage untuk menjadikan diri kita lebih baik lagi. Hmm bukan di mata mereka, bukan juga di mata diri kita sendiri, melainkan di mata Sang Khalik. Persepsi mereka bisa kita jadikan alat untuk merubah diri kita lebih baik lagi.



Biarkan mereka berkata apapun tentang diri kita, biarkan mereka berspekulasi tentang siapa diri kita sebenarnya. Satu hal kita hanya terfokus pada satu hal ketika menjalaninya. Dan hal tersebut adalah memperbaiki diri menjadi lebih baik dibandingkan masa lampau....





(tulisan ini tidak diperuntukan untuk siapapun, saya menulis untuk memotivasi diri sendiri yang masih sering meluap karena hal yang sepele) 




diruang yang sama

malam ini

katanya saya terjebak

kata teman saya sedang terjebak, 
terjebak di satu fase menjadi wanita yang menyebalkan dan dihindari, hati- hati,,,,

sebenarnya yang dikatakan teman saya barusan bukan menjadi hal yang menyakiti atau bahkan mengganggu pikiran saya, pembicaraan kami dimulai terkait kemarahan saya yang lalu, sampai detik ini saya masih saja meluap- luap jika memutar cerita ulang dan mengingat detail kejadiannya, tapi lagi- lagi teman saya mengingatkan bahwasanya saya ini sedang terjebak. terjebak perasaan yang gak semestinya hadir dalam sebuah perjalanan. 

tidak memungkiri mood menulis kali ini pun diikuti perasaan yang cukup emosional sembari mengingat kejadian itu, bahkan sebenernya"uda males ngebahas", tapi gak atau kenapa hal- hal sepele ini menjebak terlalu sering dan tidak wajar. 

realitas yang saya bangunpun acapkali terkalahkan dengan ego terkait amarah...
luar biasa mengganggu

dan sepertinya benar kata teman saya sepertinya saya sedang terjebak... 




Wednesday, March 13, 2013

marah: antara kontrol ego dan pembenaran

seringkali tanpa kita sadari kita terlibat dalam sebuah perselisihan yang sebenarnya tidak kita inginkan. misal saja sedang mengendarai motor atau mobil kemudian ada yang nyelonong gitu aja yang hampir bikin kita celaka, pasti kita disitu mengumpat baik dalam hati atau justru memakinya. sering kali hal ini juga terjadi pada saya, gak menutup kemungkinan bahwa memakinya lebih sering saya lakukan. menyadari betul apa yang saya lakukan memang tak pantas ditiru tapi ada daya, kadang kontrol diri saya lepas begitu saja entah kemana. 

belum lama ini saya juga marah sekali kepada seorang wanita yang saya rasa cukup aneh ketika datang dan sedikit menanyakan kedekatan dengan teman pria saya, buat apa gitu? awalnya saya rasa mungkin dia hanya melakukan silaturahmi, makin kesini saya mengamati dia sedang melakukan pembenaraan mengenai hidupnya yang sangat suci itu, sebenarnya saya tidak perlu mengumpat mengenai hal ini, toh teman pria saya lebih sering bersikap cuek dan masa bodoh, tapi semakin hari kami semakin terganggu dengan si wanita yang akhirnya saya luapan di pesan singkat. seberusaha mungkin saya menjaga ego untuk tidak marah kepada orang yang "kami" anggap tidak ada kaitannya dengan hubungan kami, semua pembenaran yang dia lakukan pun kami anggap seperti cerita sinteron yang kaimu lupakan setelah mematikan tv, tapi kali ini kelewatan. sebenarnya yang paling membuat ego saya tidak bisa terkontrol bukan masalah siapa dia, bahkan dia wanita masa lalu  teman pria saya saja saya tak peduli, cerita kalian tak lebih menarik dari artikel Durkheim yang harus saya review minggu ini, hahaha.... tapi ya itu lho, saya gak kenal wanita itu, eh melakukan pembenaran banyak hal dengan mengatakan yang saya rasa dia tak tahu sedikitpun.  yaaaa kalo kata orang jakarta tu "gw kenal lo aja engga"

singkat cerita saya marah dan sama sekali tidak bisa menahan ego ketika hal ini terjadi, saya tidak sedang melakukan pembenaran siapa yang benar dan salah, tapi saya sedang marah karena ada hal lain yang membuat saya muak pada akhirnya, buat anda yang mengatakan hidup anda tertata dan segalanya yang gak penting itu, buat saya kebenarmu itu tidak harus jadi kebenaran dengan "K" buat saya. 

marahnya saya karena saya muak, bukan pembenaran dan pembelaan. begitu juga tulisan ini. dan saya rasa hal ini sering terjadi ke banyak teman. buat teman saya terkasih yang membaca tulisan ini, kadang memang kita gak bisa mengontrol ego untuk tidak marah dan melakukan pembenaran, tapi percayalah bahwa rasa "marah" itu akan hadir di diri kita tanpa kita mau dan rencanakan,,, berbahagialah dengan amarahmu.... 

Sunday, March 10, 2013

sudahlah, relakan saja...

katakan saja kalo gak rela, dan gak terima..kata seorang teman mendengar curhatan teman yang lain sewaktu kami minum kopi sore.. 

ya sore itu kami pergi minum kopi bertiga, saling bertukar cerita mengenai diri kita, yang seru sore itu satu dari teman kami menceritakan mengenai si mantan pacar yang sudah berlabuh ke wanita lain. singkat cerita hubungan mereka dulunya kandas karena tanpa restu orang tua, dan akhirnya mereka berpisah. dengan asumsi bisa menjadi kakak beradik yang baik kedepannya, mereka akhirnya berpisah dengan cara yang sangat terhormat. tapi hubungan mereka ternyata tak senantiasa membaik seperti yang diharapkan, si pria justru berbalik arah dan sedikit cuek dengan teman saya, dan hal ini berjalan hampir satu tahun. hingga suatu hari teman saya mendengar berita bahwa si pria mulai punya cerita baru dengan wanita lain. 

kopi sore waktu itu saya rasa punya saya memang ga sepahit punya teman saya yang sembari memenuhi mulutnya dengan berbagi "protesnya" karena si pria akhirnya berlabuh juga di wanita lain, membaca cerita teman, teman saya ini juga bukan jomblowati lagi, sekarang dia juga sudah bersama pria lain, bahkan akan menikah di akhir tahun ini...yang menarik kenapa dia justru lebih meluap- luap menceritakan tentang kisah si mantan yang punya pacar baru dari pada si calon suami yang hampir meminangnya? 

dari ilustrasi cerita diatas ketika sore itu dipikiran saya cuma satu wanita maunya dipuja selamanya, tidak menutup kemungkinan sayapun begitu. maunya semua pria di dunia ini menujukan matanya hanya untuk kita (wanita) ketika memakai gaun terbaik, menjinjing tas  termahal dan berjalan paling sexy saat itu. so far... sayapun seringkali begitu,

sebenarnya tanpa atau dengan kita sadari  wanita acapkali membesarkan egonya untuk memiliki yang semestinya sudah dilepas, sudah direlakan dan sudah dijauhkan...dan kadang altar ego bagian ini memang sulit dijelaskan... begitu juga oleh teman disebelah saya
realitas ini memang sulit dihindari, bahkan terkait teman hidup, saya gak tahu harus gimana dan bagaimana menjelaskan lagi, yang saya tahu wanita memang ingin dipuja selamanya, seumur hidupnya.... 


dan yang terbaik kali ini untuk teman disebelah saya ya sebaiknya sudahlah, relakan saja....


Saturday, March 9, 2013

belanja dan wanita

belanja bagi kita sebagai kaum wanita memang bukan sebagai hal yang asing, bahkan untuk kita sebagai wanita kegiatan ini menjadi sangat penting dalam setiap detil rangkaian aktifitas ini. dimulai masuk ke sebuah toko, pasar, atau supermarket, memilih- milih barang dan memilih barang mana yang akan dibeli yang semestinya sesuai dengan dompet saat itu. Belanja memang sudah sangat populer sejak jaman pasar mulai dikenalakan ke masyarakat kita, yang menarik ternyata aktifitas ini menjadi aktifitas kultural yang di identik kan untuk wanita. 

yang jadi pertanyaan saya, kenapa belanja musti identik dengan perempuan? kenapa aneh kalo lihat laki- laki "blusukan" di pasar? kenapa aneh kalo lihat laki- laki ?

saya masih ga tahu apa yang terjadi dengan kultur belanja di kita, yang menjadi sangat spesial untuk laki- laki, menjadi sangat aneh untuk dilakukan oleh laki- laki. lebih aneh lagi saya merasa banyak pekerjaan yang memang dibentuk secara kultural hanya diperuntukan untuk wanita, lihat saja seperti mencuci, menyeterika baju, memasak. biarpun sering kita lihat realitas yang berbeda bahwa si ahli tukang masak di hotel bintang lima si chef yang ganteng dan penuh karisma dan gak menutup kemungkinan bahwa mulai banyak "bapak rumah tangga" yang dengan rela membantu untuk melakukan itu semua. 

dibalik megahnya konstruksi mengenai belanja dan wanita, saya masih sedikit bertanya apakah boleh besok anak cucu kita yang berjenis kelamin laki- laki kita warisi kultur ini, bahwa belanja itu asik, menyenangkan (tanpa melihat aspek ekonomi lho ya), dan tentu saja ini bukan sesuatu yang aneh dan memalukan bagi laki- laki.

yang menarik sering kali pria dalam hidup saya (bapak) menolak dengan sangat untuk pergi ke pasar tapi beliau berhak memaksa adik laki- laki saya untuk masuk pergi ke pasar dengan segenggam catatan untuk belanja entah ke toko dekat rumah atau ke pasar sembari memberi upah kecil, trus bagaimana dengan kasus cerita ini?

disini status orang tua yang menjadi superior dan seolah- olah menjadi lembaga paling berhak menentukan kultur ini terjadi secara turum menurun dan lama, pertanyaan terbesar buat saya apakah kultur belanja yang hanya dikenalkan dan diperuntukan "katanya" untuk wanita ini juga karena adanya satu pihak yang menjadi superior??


nb: tulisan ini bukan sebagai kritik saya kepada laki- laki yang menjadi contoh diatas, tapi tulisan ini ada karena ada ego lain yang mengantarkannya menjadi beberapa kata

Friday, March 8, 2013

menulislah

siapa sangka siang ini jadi siang paling diharapkan si Kaka, dia baru saja memasukan semua harapannya di sebuah kotak. kotak sakti yang bisa membawanya keliling tempat yang ia harapakan selama ini, tapi si kaka ternyata tak hanya memasukannya dalam satu kotak, tetapi ke kotak yang lain dan lainnya. singkat cerita itu ada lebih 5 kotak.

yang menarik si kaka pun berharap penuh cemas dari kelima pemilik kotak tersebut membalas kemauan dan mimpinya yang dimasukkan kedalamnya. Kaka siang itu tak henti- hentinya komat kamit sambil bicara dalam hati, semoga- semoga, semoga...

betapa saktinya kata semoga siang itu baginya..

bagi kitam sering kali bicara semoga tanpa tau makna yang terjadi dalam kata semoga. bagi mereka yang sedang berharap dengan sangat kata semoga bisa jadi kata paling sakti dan paling manjur kala itu, lah bagi kita yang sering kali mengucap semoga sambil berlalu membawa segelas kopi, apa sama sesakti yang diucapkan kaka siang itu???

semoga yang penuh harap dan perasaan cemas, tentu saja tidak sama dengan semoga yang diucapkan si pembawa kpi yang berlalu begitu saja. dan kali ini kita tau bahwasanya semoganya kaka bukan semoganya (dia) pembawa gelas kopi...

cerita diatas sebenarnya cuma saya buat untuk menjelaskan mengenai perbedaan dalam hidup kita yang penuh dengan tafsir, perkiraan, dan pemaknaan yang beda. terkait dengan ini saya ingin sekali menuliskannya lama, sejak awal kuliah mungkin. mengenai hasil tulisan.

setiap orang punya gaya berbeda untuk mengekspresikan tulisannya, lihat saja si Andrean Hirata novelis yang tenar itu punya gaya yang unik menjelaskan masallalunya, Pram mungkin, juga jelas berbeda dengan Andrea Hirata ketika menulis,begitu juga dengan Novelis- Novelis yang lain, lihat saja si Emka yang sering kali menulis terkait percintaan, jatuh cinta, rindu, juga bisa kita baca novel novel Dee yang sering kali membawa kita hanyut didlamnya dan mereka tidak perlu takut untuk dijauhi atau bahkan di acuhkan tulisannya, karena apa? karena mereka menulis karena mereka mau dan menikmati...

acap kali kita sebagai pembaca hanya bisa berkata "ah gaya bahasanya rumit, norak, alay"... buat saya itu juga sebagai respon yang baik ketika kalian sebagai pembaca, tapi apakah si pembaca tahu bahwasanya hasil tulisan mereka ini dianggap sangat penting dan punya nilai sejarah bagi si penulis? pastilah si pembaca tidak mau tahu akan hal itu, yang pemabaca tahu, "ya harusnya saya suka"

buat saya, membaca itu memang keinginan, tapi alangkah baiknya kita tahu apa yang kita inginkan, jadi tidak perlu menyakiti perasaan si penulis dengan berbagai kata- kata tersebut. menulis itu tidak mudah bagi saya. dan buat kalian yang masih sering kali meremehkan para penulis dengan mengucap dan sembari tertawa atau marah dan kecewa hanya satu saran saya menulislah dan punyalah cerita (dengan cara kalian tentunya).....