agustus mungkin akan terlewat begitu saja,
perayaan lebaran yang sudah lewat,
perjalanan yang terlewatkan
sampai kamu (berita dari kawan) yang memang kulewatkan...
selamat datang bulan yang penuh hal membahagiakan, ini pertama kalinya saya mengalami hal seluar biasa ini. bertemu kawan lama...
singkat cerita saya mengenalnya di bangku kelas 6 SD, karena saat itu saya pindah dari kota gudeg ini dan melanjutkan sekolah di Boyolali. sampai akhirnya saya berteman dengan teman saya tersebut. sebut saja si Jali, si jali ini waktu saya masih SD wah gak kalah modis dengan anak sd lainnya, yang membedakan si Jali selalu mengancingkan kancing paling atas di seragamnya, selalu bawa sapu tangan untuk "ngelap" ingus dan hal hal kecil yang lucu kalo dibahas sekarang.
waktu itu saya sempat gak ketemu lagi, karena kami ternyata diterima di smp yang berbeda, dan saya bersekolah dikota solo. sampai akhirnya kami bisa satu kelas lagi ketika kelas 1 SMA, awalnya kami saling malu sapa karena setelah sekian lama gak ketemu, tapi lambat laun kami bisa berteman baik. tapi cerita pertemanan tidak selesai disini, saya dan Jali sempat tidak berkomunikasi sejak bangku kelas 2SMA sampai akhirnya ketemu di Boyolali, dan luarrrrr biasa berita yang dibawa. di sudah lulus dari bangku vokasi yang ternyata satu almamater dengan saya, hahahaha
tapi yang kasihan, si Jali ternyata sudah punya anak, dan orang tuanya tidak merestui hubungannya dengan ibu dari anaknya. yang ada hanya hancurlah hidupnya, sulit menemui darah dagingnya, hubungan dengan keluarga yang tidak harmonis dan teman- teman yang mulai menjauh menjadi cerita si Jali saat ketemu saya beberapa tempo hari. sempat si jali berbisik kepada saya " makanya kalo punya laki yang bener ya, jangan kayak aku, restu mamamu itu penting dari segalanya, liat hidupku sekarang,blangsat, dan cuma kamu aja yang masih bisa nerima aku jadi temenmu" *ucap si jali sambil menunjukkan foto anaknya. anak perempuan,cantik dan tidak berdosa ini saat ini entah dimana, si Jali pun hilang kontak sejak keluarganya melarangnya untuk menghubungi ibu dari anaknya.
si Jali juga sempat menanyakan mengenai pasangan saya, dan selalu mengulang pertanyaan " tapi mamamu ngasih restu kan" bahkan sampai tiga kali si jali mengulangnya. entah apa yang menjadi alasan si jali bertanya berulang kali kepada saya, yang saya pahami si Jali memastikan kejadian dihidupnya tidak berulang kepada saya, terima kasih Jali...
sepanjang jalan pulang setelah bertemu si Jali, perasaan saya campur aduk, anatara takut, bahagia, sedih, kasiha, tapi tetep syukur...
pelajarannya, hal sekecil apapun, sepatutnya di restui sama orang tua,,,
- tulisan ini saya dedikasikan untuk si Jali yang membawa banyak pelajaran untuk saya-