Monday, September 22, 2014

Hampir Setahun




Hai kamu yang tidak pernah dibangku kiri
terlalu basa basikah aku jika bertanya apa kabar dirimu mengingat ini sudah mau setahun bersamaku,
Baikkah? Bahagiakah?


Hai kamu yang biasa memegang rokok dengan tangan kiri,
terkagetku menyadari bahwa ini sudah hampir setahun, dulu kita menyambut awal-awal tahun dengan berbagi isi kotak coklat dan tertawa ditemani pahit fermentasi, tapi sekarang, aku lebih memilih menikmati segelas minuman hangat, dan mungkin kamu tetap dengan kotak kecil berwarna merah putih berisi 20 batang.


Hai kamu selalu memegangku dengan tangan kiri,
Tak pernah ada lagi salam selamat,Tak pernah ada lagi sodoran tawaran, tapi ternyata dunia tak ada yang berubah,
terakhir ku lihat kamu melintas dengan gagah seperti biasanya, kamu didekatku, masih dengan harum yang sama,
Tak ada amarah, tak ada gerah. Hanya saja disitu aku tidak sadar, bahwa setahun bersama dengan perayaan kecil kian dekat.


Hai kamu yang suka menggigiti kuku tangan kiri
disini aku mencoba memberi kabar, bahwa aku bahagia menyadari ini sudah hampir setahun
Ya, setahun pertama bersamamu...

Sebuah tanda bahwa aku sudah benar-benar kembali hidup,
sebuah pertanda bahwa aku telah berubah menjadi seorang yang jauh lebih baru dari setahun lalu...

Hai kamu, sayangku
ini sudah hampir setahun

Wednesday, September 17, 2014

truly blessed

setelah sekian lama akhirnya Tuti merasa, bahwa tidak hanya yang beruntung mendapatkan Tuti, tapi sebaliknya juga,,,
Tuti makin yakin, bahwa hubungan Yuda dan Tuti ini memang dua arah..
memang hubungan yang dia impikan,,,

Siang itu dengan sengaja Tuti menemui Yuda yang sednag duduk minum kopi di salah satu warung kopi. Dengan nada bersemangat Tuti menceritakan aktifitasnya seharian, bagaimana Tuti bertemu teman-teman baru di lingkungan baru. Yuda tidak menimpali sedikitpun, hingga akhirnya Tuti merasa aneh...

"Yuda, kamu dengerin aku ngomong ga sih?"
atau.....

kemudian Yuda tersenyum kecil, sambil menyampaikan ke Tuti
"kamu seneng ya, temennya banyak sekarang, jangan lupain aku ya nantinya. tetep nyusulin aku ke warung kopi ya, tetep nunggu aku datang setiap malam minggu ya"

Tuti diam...
air matanya mulai menetes..
Tuti sadar, bahwa dia terlalu bersemangat menceritakan semua hal baru dalam hidupnya, termasuk teman baru dan lingkungan baru tanpa pernah mendiskusikan lebih lanjut dengan Yuda...
Kali ini Tuti merasa bersalah....

Tuti mulai merasa bahwa Yuda mulai ketakutan kehilangan Tuti yang sekarang, kehilangan Tuti yang selalu deg-degan menunggu Yuda datang kerumahnya.

Kali ini tidak hanya Yuda yang merasa beruntung mendapatkan Tuti, tapi Tuti pun merasa luar biasa beruntung di bulan kesekian bersama Yuda...
iya...
bulan ke sebelas,,,

sebentar lagi genap satu tahun Yuda dan Tuti bersama...
sama-sama merasa beruntung
sama-sama merasa bahagia
sama-sama merasa deg-degan setiap mau ketemu

cerita Yuda dan Tuti....