Angin segar dipenghujung malam
Malam ini aku putuskan untuk mengiyakan mengangkat
teleponmu. Entah kenapa dan alasan apa yang membuatku malas sekali menolak
untuk mengangkatnya, ingin dengar cerita panjangmu dan cerita serumu dari field
work eh field trip lebih tepatnya.
Mengingat memory terakhir kita bertemu dan sempat melihatmu
dalam balutan jaket tebal dan serius membaca itu memang sangat menyegarkan. Sabtu
pagi saat itu memang sangat bersahabat. Tapi memang benar adanya obrolan kita
saat itu sangat berjarak.
Tidak seperti yang kita lakukan di warung kopi tempo
hari.
Bagaimana mungkin, aku melakukan dan membicarakan obrolan
yang sama ketika di warung kopi sama dengan yang dikampus. Ahhhhh terlalu fokus
pada tempat.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti
smsmu pagi ini”.
Benar adanya aku memang sedang menstabilkan diri dari
goncangan yang baru saja terjadi bulan lalu. Tapi kamu ini luar biasa, sangat
adiktif, membuat aku merasa semua baik- baik saja, dengan santun dan sebaiknya
aku menjaga agar kanan dan kiri seimbang. Yang lebih menyenangkan malam ini
obrolan kita sedikit berbeda.
Bagimana tidak?
Selama ini, obrolan kita memang sangat positif, selalu
berkutat pada teori, bangku- bangku perkuliahan dan masalah field work dan sebagainya.
Aku memang terlihat selalu lebih sering mendominasi di obrolan kita, tapi malam
ini memang aku ingin kita bicara pada porsinya.
Akhir- akhir ini aku memang sangat bisa menerima kode- kode
yang kamu berikan mengenai apa yang kamu rasa, terima kasih sudah melakukannya,
hanya itu yang bisa aku sampaikan.
Tapi besar penasaranku dan memutuskan bertanya padamu mengapa orangnya aku???
dilain arah kamu mencoba menjawab bahkan, Berulang kali kamu menjawab dan berulang kali kamu berhenti
di kata ketiga, dan menyerah pada kata ”kamu mau jawabannya malam ini, tidak mau
lain waktu yang lebih pas?”
Sejak itu aku mulai sadar bagaimana aku ternyata terlalu
menuntutmu untuk menjelaskan yang sepantasnya dirasakan bukan dinyatakan.
Hanya
bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita
serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Menunggu kisah selanjutnya itu lebih membuat bersemangat....
kutukan kata ketiga tahun lalu,tulisan untuk sekedar mengingatmu,
untukmu
selamat atas pernikahanmu dalam waktu dekat, berbahagialah....
Angin segar dipenghujung malam
Malam ini aku putuskan untuk mengiyakan mengangkat
teleponmu. Entah kenapa dan alasan apa yang membuatku malas sekali menolak
untuk mengangkatnya, ingin dengar cerita panjangmu dan cerita serumu dari field
work eh field trip lebih tepatnya.
Mengingat memory terakhir kita bertemu dan sempat melihatmu
dalam balutan jaket tebal dan serius membaca itu memang sangat menyegarkan. Sabtu
pagi saat itu memang sangat bersahabat. Tapi memang benar adanya obrolan kita
saat itu sangat berjarak.
Tidak seperti yang kita lakukan di warung kopi tempo
hari.
Bagaimana mungkin, aku melakukan dan membicarakan obrolan
yang sama ketika di warung kopi sama dengan yang dikampus. Ahhhhh terlalu fokus
pada tempat.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti smsmu pagi ini”.
Yang jelas pertemuan singkat di sabtu pagi itu menyegarkan “seperti smsmu pagi ini”.
Benar adanya aku memang sedang menstabilkan diri dari
goncangan yang baru saja terjadi bulan lalu. Tapi kamu ini luar biasa, sangat
adiktif, membuat aku merasa semua baik- baik saja, dengan santun dan sebaiknya
aku menjaga agar kanan dan kiri seimbang. Yang lebih menyenangkan malam ini
obrolan kita sedikit berbeda.
Bagimana tidak?
Selama ini, obrolan kita memang sangat positif, selalu
berkutat pada teori, bangku- bangku perkuliahan dan masalah field work dan sebagainya.
Aku memang terlihat selalu lebih sering mendominasi di obrolan kita, tapi malam
ini memang aku ingin kita bicara pada porsinya.
Akhir- akhir ini aku memang sangat bisa menerima kode- kode
yang kamu berikan mengenai apa yang kamu rasa, terima kasih sudah melakukannya,
hanya itu yang bisa aku sampaikan.
Tapi besar penasaranku dan memutuskan bertanya padamu mengapa orangnya aku???
dilain arah kamu mencoba menjawab bahkan, Berulang kali kamu menjawab dan berulang kali kamu berhenti
di kata ketiga, dan menyerah pada kata ”kamu mau jawabannya malam ini, tidak mau
lain waktu yang lebih pas?”
Sejak itu aku mulai sadar bagaimana aku ternyata terlalu
menuntutmu untuk menjelaskan yang sepantasnya dirasakan bukan dinyatakan.
Hanya bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Hanya bisa mengatakan terima kasih untuk semua cerita positif mu....
semua cerita serunya itu bakalan jadi mimpi- mimpi besarmu
Menunggu kisah selanjutnya itu lebih membuat bersemangat....
kutukan kata ketiga tahun lalu,tulisan untuk sekedar mengingatmu,
untukmu
selamat atas pernikahanmu dalam waktu dekat, berbahagialah....
No comments:
Post a Comment