Friday, March 8, 2013

menulislah

siapa sangka siang ini jadi siang paling diharapkan si Kaka, dia baru saja memasukan semua harapannya di sebuah kotak. kotak sakti yang bisa membawanya keliling tempat yang ia harapakan selama ini, tapi si kaka ternyata tak hanya memasukannya dalam satu kotak, tetapi ke kotak yang lain dan lainnya. singkat cerita itu ada lebih 5 kotak.

yang menarik si kaka pun berharap penuh cemas dari kelima pemilik kotak tersebut membalas kemauan dan mimpinya yang dimasukkan kedalamnya. Kaka siang itu tak henti- hentinya komat kamit sambil bicara dalam hati, semoga- semoga, semoga...

betapa saktinya kata semoga siang itu baginya..

bagi kitam sering kali bicara semoga tanpa tau makna yang terjadi dalam kata semoga. bagi mereka yang sedang berharap dengan sangat kata semoga bisa jadi kata paling sakti dan paling manjur kala itu, lah bagi kita yang sering kali mengucap semoga sambil berlalu membawa segelas kopi, apa sama sesakti yang diucapkan kaka siang itu???

semoga yang penuh harap dan perasaan cemas, tentu saja tidak sama dengan semoga yang diucapkan si pembawa kpi yang berlalu begitu saja. dan kali ini kita tau bahwasanya semoganya kaka bukan semoganya (dia) pembawa gelas kopi...

cerita diatas sebenarnya cuma saya buat untuk menjelaskan mengenai perbedaan dalam hidup kita yang penuh dengan tafsir, perkiraan, dan pemaknaan yang beda. terkait dengan ini saya ingin sekali menuliskannya lama, sejak awal kuliah mungkin. mengenai hasil tulisan.

setiap orang punya gaya berbeda untuk mengekspresikan tulisannya, lihat saja si Andrean Hirata novelis yang tenar itu punya gaya yang unik menjelaskan masallalunya, Pram mungkin, juga jelas berbeda dengan Andrea Hirata ketika menulis,begitu juga dengan Novelis- Novelis yang lain, lihat saja si Emka yang sering kali menulis terkait percintaan, jatuh cinta, rindu, juga bisa kita baca novel novel Dee yang sering kali membawa kita hanyut didlamnya dan mereka tidak perlu takut untuk dijauhi atau bahkan di acuhkan tulisannya, karena apa? karena mereka menulis karena mereka mau dan menikmati...

acap kali kita sebagai pembaca hanya bisa berkata "ah gaya bahasanya rumit, norak, alay"... buat saya itu juga sebagai respon yang baik ketika kalian sebagai pembaca, tapi apakah si pembaca tahu bahwasanya hasil tulisan mereka ini dianggap sangat penting dan punya nilai sejarah bagi si penulis? pastilah si pembaca tidak mau tahu akan hal itu, yang pemabaca tahu, "ya harusnya saya suka"

buat saya, membaca itu memang keinginan, tapi alangkah baiknya kita tahu apa yang kita inginkan, jadi tidak perlu menyakiti perasaan si penulis dengan berbagai kata- kata tersebut. menulis itu tidak mudah bagi saya. dan buat kalian yang masih sering kali meremehkan para penulis dengan mengucap dan sembari tertawa atau marah dan kecewa hanya satu saran saya menulislah dan punyalah cerita (dengan cara kalian tentunya).....

No comments:

Post a Comment