mungkin tulisan ini sebagai bentuk akumulasi dari semua yang terrjadi akhir- akhir ini. baik yang membahagiakan maupun menyedihkan.
sebenarnya ini juga bukan terkait dengan hal yang berbau pribadi saja, terkait pekerjaan dan beberapa resiko dari keputusan yang saya ambil. ingat betul waktu teman saya mengingatkan "semua pilihan yang kamu ambil harus sepaket, sepaket dengan konsekuensinya"
ya kali ini terjadi di cerita ketika saya memilih berjalan beriringan dengan seorang pria yang memang punya banyak cerita masalalu, mau gak mau ambil sepaket dengan masalalunya. bukan berarti saya tidak bahagia kemudian saya menulis tulisan ini,, luar biasa, bahkan jika saya harus menceritakan kebahagiaan saya tidak cukup dalam waktu sejam atau dua jam. saya sangat bahagia, mungkin saya bisa dibilang beruntung malahan...
dengan semua "masalalu yang saya punya" pria saya tidak pernah protes sama sekali, kalo orang jawa bilang itu "nrimo"
tapi siapa sangka siapa duga, cerita masalalunya tidak berhenti begitu saja, atau karena teman- teman lamanya ada disektiarnya dan menjadi teman hidup sampai tua, saya gak tau juga. cerita bermula dari orang masalalunya yang aneh memprotes pria saya sampai beberapa temannya mengajak bicara biarpun melalui jejaring sosial. bagi saya awalnya itu saya anggap silaturahmi yang saya pikir suatu saat saya bisa jadi saudara bagi mereka semua. tapi ternyata semua obrolan mengarah ke masalalu, yak masalalu yang sudah- sudah, yang buat saya gak ada kepentingannya sama sekali. bahkan saya tidak pernah membahasnya. baik dengan pihak ketiga maupun dengan pria disebelah saya secara langsung....
ya, saya memang harus mengambil sepaket konsekuensi bersama dengan pria saya, tapi sampai kapan? semua cerita itu selalu diputar ulang? diputar sekali bolehlah ya, tidak untuk kedua atau ketiga kalinya. buat saya itu lebih dari cukup. saya bisa menerima sepaket dengan cerita masalalu saja bagi saya itu sudah lebih dari cukup.
-bentuk protes kecil untuk kamu-
No comments:
Post a Comment