Kenangan
Seringkali
seperti kumpulan mimpi indah
Meski tak jarang
pula
Ia Menjelama
Serigala
Dengan seringai
berkilat
Dan kuku tajam
yang mudah
Meninggalkan
jejak
Benar adanya kamu memang
paling tahu caranya membahagiakan aku, Tapi sore lalu bagai petir bagi aku,
waktu kamu menceritakan sebagain masa lalumu dengan perempuanmu kala itu. Bukan
tidak bisa menerima keadaan, tapi justru berbalik, ya ini aku... Aku yang sudah
memutuskan menerimamu dengan sepaket masa lalumu.
Ah,,, sayang,,,,
Semalam aku memikirkannya,
bagaimana bisa aku tidur nyenyak dengan penghantar ceritamu. Cerita dimana kamu
mencintainya kala itu. Dimana dia pernah menjadi bagian yang membahagiakan
dalam sepenggal ceritamu. Harusnya aku tak perlu setakut ini.
Harusnya aku tidak perlu
segelisah ini.
Ya dia yang membuatku ragu
akan kamu
Ya dia yang membuatku
berfikir dua kali untuk tetap menerimamu
Ya dia yang membuatku
akhirnya berfikir ternyata aku, hanya dapat setengah dari cerita membahagiakan
itu. Setengahnya dia bawa pergi....
Ah sudahlah,,
Ini bukan hal penting yang
perlu kita ributkan.
Kaget iya...
Sedih iya, tapi senengnya
juga iya..
maaf kenangan, kamu seringkali mengunciku dalam pintu ajaib...
No comments:
Post a Comment