Friday, February 28, 2014

maaf kenangan

Kenangan
Seringkali seperti kumpulan mimpi indah
Meski tak jarang pula
Ia Menjelama
Serigala
Dengan seringai berkilat
Dan kuku tajam yang mudah
Meninggalkan jejak

Benar adanya kamu memang paling tahu caranya membahagiakan aku, Tapi sore lalu bagai petir bagi aku, waktu kamu menceritakan sebagain masa lalumu dengan perempuanmu kala itu. Bukan tidak bisa menerima keadaan, tapi justru berbalik, ya ini aku... Aku yang sudah memutuskan menerimamu dengan sepaket masa lalumu.
Ah,,, sayang,,,,
Semalam aku memikirkannya, bagaimana bisa aku tidur nyenyak dengan penghantar ceritamu. Cerita dimana kamu mencintainya kala itu. Dimana dia pernah menjadi bagian yang membahagiakan dalam sepenggal ceritamu. Harusnya aku tak perlu setakut ini.

Harusnya aku tidak perlu segelisah ini.
Ya dia yang membuatku ragu akan kamu
Ya dia yang membuatku berfikir dua kali untuk tetap menerimamu
Ya dia yang membuatku akhirnya berfikir ternyata aku, hanya dapat setengah dari cerita membahagiakan itu. Setengahnya dia bawa pergi....
Ah sudahlah,,
Ini bukan hal penting yang perlu kita ributkan. 

Kaget iya...

Sedih iya, tapi senengnya juga iya.. 


maaf kenangan, kamu seringkali mengunciku dalam pintu ajaib... 

No comments:

Post a Comment