Selalu seperti gula, ketika orang jatuh cinta, lalu mulai meleburkan hari-harinya, mungkin juga hatinya pada yang dicinta.
Kadang jadi terlupa pada diri sendiri. Lupa bahwa bisa pergi ke warung makan sendiri, bisa pergi ke supermarket sendiri, bahkan jadi lupa bisa pergi ke toilet sendiri.
Sepertinya, sudah mulai tumbuh sepasang kaki tambahan di samping kaki yang lain. Jadi jika kaki yang sepasang tidak ikut serta, rasanya seperti lumpuh.
Itu seperti gula kalau saya bilang, semua manis, bikin tersenyum. Membuat garis di bibir jadi melengkung ke atas. Seperti habis minum teh manis hangat dengan gula batu. slurupppp..
Eh tapi tunggu dulu, itu belum tentu melulu begitu. Karena gula juga bisa mencair. Kalau ia terkena terik, atau suhu tinggi. Jadi kalau sudah mencair, terkadang kaki-kaki tambahan itu sepertinya lepas dengan sendirinya. Lalu ingatan bahwa semua bisa dilakukan sendiri mulai muncul. Ingatan yang sebenarnya tidak ingin diingat.
Akhirnya yang bisa dilakukan hanya menunggu gula cair itu jadi beku lagi. Karena, walaupun begitu ia kan tetap manis juga rasanya.
ah gula..
No comments:
Post a Comment