Sunday, April 7, 2013

dan saya terus mengingatnya

yak, kenapa juga selalu mengingat kejadian yang sudah hampir sebulan lalu berlalu. kejadian dimana saya menemukan sebuah tulisan jastifikasi mengenai saya. tulisan tersebut dibuat atas dasar apa saya juga kurang paham. tetapi tiap kali saya membacanya yang dipikiran saya hanya berfikir, bagaimana ya perasaan ibu saya jika membaca tulisan tersebut. tulisan mengenai saya, yang sama sekali tidak mengenalnya. 

untuk anda yang menulis tentang saya, dengan semua penjelasan saya melalui komentar di laman anda, kirim message di jejaring sosial, yang saya mau hanya apa? berhati- hatilah kamu, saya punya keluarga yang senantiasa membesarkan saya dengan baik, tahukah kamu ketika dikandungan saja, ibu saya susah payah membawa saya datang dari satu pengajian- pengajian lain, saya di ngajiin lho, setelah lahir saya dibesarkan dengan didikan yang baik, bagaimana mungkin anda mengata- ngatai saya seperti itu? suci banget ya hidup anda??

sekarang jika kejadian ini membalik, saya menulis tentang anda, dan itu tidak seperti yang saya tuduhkan, dan ibu kamu suatu saat mengetahui hal itu, bagaimana perasaannya? 

ayolah, saya juga bukan orang suci tanpa dosa tapi kita sama sama wanita yang suatu saat menjadi panutan untuk banyak orang. berhati- hatilah dalam berlisan. jika yang kamu katakan tidak benar maka akan menjadi fitnah (sesuai ajaran yang orang tua saya ajarkan), dan perlu kamu ketahui saya sama sekali tidak mengenal anda, tidak mau tahu urusan anda, dan ya masa bodo ah untuk hidup anda. saya menulis ini karena saya geram dengan jastifikasi yang anda lakukan untuk saya. 

tulisan ini saya tulis untuk wanita bernama Astri Febriani yang tidak lain mantan pacar lelaki saya yang saat ini bersama saya. 


No comments:

Post a Comment