Aku mencintaimu dengan mudah, semudah meremas jarimu tanpa
jengah. Aku ingin meninggalkanmu dengan bersusah payah, sepayah hatiku, berucap
tidak akan pernah (emka)
Sekecil apapun, bersamamu adalah momen terindah yang menasbihkan rasa; dengan atau tanpa alasan apapun.
Dalam sadarku, kusunting cintamu sebagai kekasihku. Dalam raguku, kuhapus setiap alasan untuk berjarak dari hatimu. Dalam keakuanku, bersamamu adalah perjalanan mencari jawaban. Dan, belajar adalah kata kuncinya.
“Detik ini bersamamu, dan seterusnya aku inginkan itu,” yakinku.
Dan, kuputuskan menjalani apa yang seharusnya dijalani dengan hati sebagai jembatannya. Karena bersamamu, aku bisa merasakan setiap momen yang terjadi sebagai kejadian perasaan.
Perlahan tapi pasti, aku mencintaimu tak henti.
-dalam coretan senja, diruang penuh harap-
No comments:
Post a Comment