Sore itu memang mendung sekali, bahkan indah sudah harap- harap cemas memastikan bahwa ia tidak akan kehujanan sore itu. Indah berdiri diteras ruangan kelasnya, ia memandangi sekitar lingkungannya, disudut matanya mengajaknya melihat seseorang yang sedang dengan tulusnya memandanginya,,Indah melempar senyum,,
Laki- laki itu ternyata Bagas namanya, mahasiswa strata S2 dikampusnya, yang mengambil salah satu mata kuliah yang sama dengan Indah Indah menyapa” apa yang kamu lakukan gas?”Tiba- tiba Bagas tersadar dari lamunannya”oh,,oh,, tidak ada”, sambil Bagas merapikan duduknya, ia bergegas menghindar dari pandangan Indah,, Indah bertanya dalam hati, kenapa Bagas bersikap seperti itu,sambil berjalan karena sore semakin mendung, dan akhirnya Indah memutuskan untuk pulang..Diperjalanan dari ruang kuliah menuju tempat parkir mobilnya, terdengar suara memanggil namanyaIndah..indah..indah,, tunggu Ditolehnya oleh Indah, dan ternyata itu suara Bagas.. Laki- laki yang tadi melihatnya penuh harap, “ada apa gas? Kenapa kamu lari- lari memanggilku? Ini langitnya sudah sangat mendung, kamu akan pulang bersama aku? Atau….Belum berhenti Indah berbicara Bagas memeberhentikan ucapan Indah,
“Indah maaf, aku mengganggu rencanamu untuk pulang, a..a..a..aku ingin mengatakan se..suu,,a,,atu kepadamu”kata Bagas gugup.“apa Gas? Katakana saja, apakah kamu menayakan tugas kuliah kita?’ Tidak ndah, bukan, iiitu, tapi,,,*perasaan gugup bagas sangat kuat*Ini ndah, Tangan Bagas menggenggam tangan Indah“ Indah, dengarkan aku sekali ini saja, Ndah sebenarnya aku punya perasaan yang sangat aneh kurasa, entah sayang entah cinta dan perasaan itu hanya kepadamu” bersamaan dengan perkataan Bagas hujanpun turunDitengah datangnya hujan, Bagas masih memegang tangan Indah dan penuh harap bahwa Indah benar- benar memahami apa yang diarasa olehnya,, Indah terdiam… Air mata Indah mulai jatuh bersama derasnya air hujan saat itu, kemudian Indah mengatakan “ aku tidak tahu harus berkata apa Gas, aku merasakan sesuatu yang aneh juga jika aku dekat denganmu, tapi Gas,, apakah kita bisa bersatu?” aku dan kamu beda,, kita tidak sama, bahkan kamu pernah menikah,,, apakah kita bisa bersatu?Jawab Indah sambil menahan rasa sakitnya bersama tangisnya..Aku tidak bisa menerima kehadiran mantan istrimu dan anak- anakmu,, tapi aku mencintaimu lebih dari apapun yang orang tau gas,,,Air mata indah kini kian deras, sederas hujan yang turun saat itu,
Bagas hanya terdiam dan ia hanya berkata “ya sudahlah ini jalan kita, bahwa kita memang tidak akan pernah bersatu bahwa kita beda tapi percayalah Indah aku tetap cinta kamu selamnya” mata sayu Bagas mulai menemani sore ituTak kuat mendengar pernyataan dari Bagas, Indahpun menagis kuat dan memeluk Bagas untuk pertama dan terakhir kalinya, hingga akhirnya mereka berpisah untuk selamanya dengan kesadaran bahwa mereka
memang tak bisa bersatu…
-untukmu yang menyadari semuanya bersamaku-
So sweety bngeettt,,,kamu bnget ya ?
ReplyDelete